
Biak, Jubi – Salah satu binaan Yayasan Anak Dusun Papua (Yadupa) di Distrik Warsa Kabupaten Biak Numfor, Papua, Jhon Wompere berhasil menyemai 30.000 bibit pohon gaharu pada 15 hektar lahan sejak 2013 hingga saat ini.
Alasan Wompere memilih membudidaya pohoh gaharu dari pohon lainnya karena pohon gaharu merupakan tanaman endemik yang mempunyai nilai ekonomi tertinggi di dalam negeri maupun luar negeri dibandingkan jenis pohon lainnya.
Selain itu, merupakan Gaharu juga merupakan obat tradisional untuk beberapa jenis penyakit seperti darah tinggi, kencing manis, asam urat dan beberapa penyakit lainnya.
“Hasil uji laboratorium memang belum ada, tetapi secara tradisional sudah terbukti pada beberapa warga yang pernah menggunakan batang dan daun pohon gaharu sebagai rumuan untuk beberapa jenis penyakit tersebut,” ujarnya saat ditemui Jubi, Senin (8/11/2015) di Biak.
Ia akan mengembangkan tanaman pohon gaharu di semua kabupaten/kota di Papua melalui bibit yang telah disiapkan saat ini. Perhatian Pemerintah Kabupaten Biak Numfor maupun pemerintah Provinsi Papua diharapkan agar usahanya itu terus berkembang.
Wehelmina Morin, salah satu penanggungjawab program di Yadupa mengatakan pihaknya terus mendukung Jhon Wompere untuk membudidayakan pohon gaharu di Distrik Warsa Kabupaten Biak Numfor. “Tanaman ini penting untuk dibudidaya karena merupakan asli tanaman dari Biak Numfor,” ujarnya. (Marten Boseren)




