Dinas Pariwisata Biak Diminta Perhatikan Peninggalan PD II

Bangkai pesawat di depan Goa Jepang - Jubi/Marten Boseren
Bangkai pesawat di depan Goa Jepang – Jubi/Marten Boseren

Biak, Jubi – Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Papua diminta memberi perhatian pada perawatan dan pemeliharan sejumlah peninggalan perang dunia di Goa Jepang Kampung Wisata Binsari Distrik Biak Samofa maupun beberapa kampung lainnya di Kabupeten Biak Numfor,Papua.

Bila tidak ada perhatian terhadap benda-benda peninggalan perang dunia dua akan rusak dan hilang dan selanjutnya turis manca negara tidak akan berkunjung ke Biak lagi. Karena tidak ada sesuatu yang menarik perhatian mereka. Kalau untuk wisata paling di Bali dan kembali ke daerah mereka karena Bali jauh lebih bagus,” kata Kepala Kampung Wisata Binsari Distrik Samofa Kabupaten Biak Numfor, Yusuf Rumaropen, yang juga penjaga Goa Jepang dan seluruh peninggalan perang dunia dua di kampung tersebut, Senin (9/11/2015).

Meski telah menyumbang PAD untuk Kabupaten Biak Numfor, namun hingga kini, Goa Jepang kata Yusuf Rumaropen, tidak diperhatikan oleh Pemkab Biak Numfor, Pemprov Papua juga Pemerintah Pusat. Padahal merupakan situs resmi milik negara dan dilindungi negara.

Apalagi sebanyak 40 wisatawan Jepang dikabarkan akan mengujungi Goa Jepang di Kampung Wisata Binsari Distrik Samofa Kabupaten Biak Numfor, Papua pada 21 November 2015 mendatang.

Jadi setelah berdoa, mereka pulang kembali ke daerah mereka. Mereka sudah sering datang tiap akhir tahun ke sini untuk berdoa dan mendoakan keluarga mereka yang meninggal waktu perang dunia dua,” jelas Kepala Kampung Wisata Binsari, Yusuf Rumaropen, yang juga penjaga Goa Jepang kepada Jubi Senin (9/11/2015).

Ketua Himpunan Pemandu Pariwisata Indonesia (HPPI) Kabupaten Biak Numfor, Papua, Rudolf Boy Ronsumbre juga berharap ada perhatian serius Dinas Pariwisata dalam hal pengembangan pariwisata di Biak.

Dengan mengelola obyek-obyek wisata yang mempunyai nilai sejarah dan politik, akan menarik perhatian wisatawan. Akhirnya ada pemasukan bagi masyarakat di Biak,” ujarnya. (Marten Boseren)

Related posts

Leave a Reply