Ayam mahal selundupan asal Thailand disuntik mati

foto,ist/jubi

Papua No.1 News Portal | Jubi

Banda Aceh, Jubi – Puluhan ekor ayam selundupan dari Thailand senilai Rp2 miliar dimusnahkan dengan cara suntik mati kemduian dibakar.  Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh bersama Stasiun Pertanian Kelas I Banda Aceh menyebut harga ayam selundupan  berkisar Rp20 juta hingga Rp50 juta per ekor tersebut dimusnahkan karena positif terjangkit virus flu burung.

Read More

“Pemusnahan dilakukan di Instalasi Karantina Pertanian Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh di Blangbintang, Aceh Besar, Selasa 9 Februari kemarin,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh, Safuadi, Rabu, (10/2/2021).

Baca juga : Bea cukai periksa 12 eksportir diduga selundupkan benih lobster 

Tim Bea Cukai Merauke segel ribuan botol minol di Boven Digoel 

BKSDA Papua terima delapan kasuari selundupan dari Surabaya

Menurut Safuadi jumlah keseluruhan ada 89 ekor ayam yang disuntik mati. Ayam-ayam disita dari sebuah kapal tanpa nama ataupun bendera di perairan ujung Kabupaten Aceh Tamiang. “Dari penindakan tersebut turut diamankan tiga tersangka, seorang di antaranya adalah residivis. Ketiga tersangka ditahan penyidik bea cukai,” kata Safuadi menambahkan.

Pemusnahan puluhan ekor ayam mahal tersebut untuk melindungi unggas lokal dan juga kesehatan masyarakat.

“Jika menular, biaya penanganannya lebih mahal. Karena itu, menjadi tugas bea cukai sebagai protector,” kata Safuadi menjelaskan.

Tindakan pemusnahan juga ditujukan sebagai edukasi kepada masyarakat untuk tidak memelihara binatang yang terjangkit penyakit. Jika berasal dari luar negeri, harus melalui pemeriksaan kantor karantina.

Selain puluhan ekor ayam, ada juga ada tiga ekor kura-kura kuning. Kura-kura tersebut tidak dimusnahkan karena hasil pemeriksaan tidak membawa virus.  Nantinya, kura-kura korban penyelundupan tersebut diserahkan ke lembaga khusus yang menangani satwa seperti BKSDA atau Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala.

“Sebab, kura-kura tersebut bukan hewan asli Aceh. Kura-kura ini sifatnya invasif yang bisa merusak ekosistem di Aceh,” katanya.

Kepala Stasiun Karantina Kelas I Banda Aceh Ibrahim membenarkan temuan virus flu burung pada ayam-ayam itu. Dia menegaskan, pemusnahan sesegera mungkin. “Ada dua ayam di instalasi kami mati setelah tertular virus dari ayam tersebut,” kata Ibrahim. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply