
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Tim dari Kantor Bea dan Cukai Kabupaten Merauke melakukan penyegelan ribuan botol minuman beralkohol (minol) golongan C di gudang tanpa nama di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.
Dari data yang didapatkan Jubi, minol golongan C tersebut ditemukan di dua gudang berbeda. Gudang pertama sebanyak 4.416 botol dan gudang kedua sebanyak 1.680 botol.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Kabupaten Merauke, Deny Sudrajat, yang dihubungi Senin (9/12/2019), menjelaskan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Tanah Merah ada pemasokan minuman yang mengandung ecil alkohol (atau disebut miras) yang diduga dibawa dari Denpasar atau Surabaya menggunakan kapal.
“Kami mengirimkan tim ke Boven Digoel untuk memastikan kebenaran informasi dimaksud dan ternyata benar,” ujarnya.
Dijelaskan, sesuai ketentuan di Bea Cukai, ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni pertama identitas minol. Karena di situ ada golongan A dengan kadar alkohol kurang dari 5 persen, golongan B lebih dari 5 persen, serta golongan C kadar alkohol lebih dari 20 persen.
Untuk golongan A, pelunasan cukai dengan cara dibayar. Sedangkan golongan B dan C dengan cara dilekati pita cukai.
“Langkah yang sedang kami lakukan adalah mengidentifikasi apakah minuman itu masuk legal atau tidak. Berikutnya untuk memasarkan, pengusaha harus memiliki izin nomor pokok pengusaha barang kena cukai yang dikeluarkan Bea dan Cukai,” katanya.
Dikatakan, dari informasi awal didapatkan, minol yang ada dibawa menggunakan kapal dari Surabaya. Ribuan botol minuman itu tiba di Tanah Merah Boven Digoel tanggal 3 Desember 2019.
Sejauh ini, tim Bea dan Cukai masih melakukan penelitian secara mendalam terkait keberadaan minol dimaksud. Hingga saat ini belum diketahui siapa pemiliknya.
“Kami akan lakukan BAP guna mengetahui pemilik sesungguhnya. Sekaligus dapat diketahui apakah pengiriman barang dilindungi dokumen bea cukai atau tidak,” ujarnya.
Kapolres Boven Digoel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Samsurijal, yang dihubungi wartawan beberapa kali melalui telpon selulernya tak merespons.
Selain dengan telpon, Jubi juga menirim pesan singkat, hanya saja tidak ditanggapi juga. (*)
Editor: Dewi Wulandari






