ASN di Yahukimo akan digaji tunai tanpa transfer, Bupati Yahuli: Selama ini jarang masuk kantor

Papua
Bupati Yahukimo Didimus Yahuli didampingi Wakil Bupati Esau Miram di halaman kantor Bupati di kali Biru, kota Dekai - Jubi/Piter Lokon

Papua No.1 News Portal | Jubi

Dekai, Jubi– Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram menegaskan di masa kepemimpinannya akan mengubah proses pembayaran gaji pegawai negeri sipil atau ASN.

Saat ini gaji pegawai di Yahukimo dibayarkan via rekening masing-masing ASN beralih menjadi bayar tunai atau cash.

Read More

Bupati 32 tahun itu mengatakan, pembayaran tunai dilakukan dikarenakan banyak pegawai tidak berada di tempat tugas namun menerima gaji penuh.

Kata dia, pembayaran cash ini untuk mendisiplinkan pegawai dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

“Kami minta kepada bendahara yang selama ini bayar via rekening. Bapak Bupati Setuju kah bayar secara cash? ‘Ya setuju’. Oke kita bayar secara cash karena bapak Bupati setuju. Selama ini pegawai ada di Jayapura kirim di rekening cek di ATM, kami tidak akan begitu! Kami akan bayarkan secara fisik, kalau bendaharanya macam-macam maka bendaharanya berurusan dengan kepolisian,” tegas Esau Miram Wakil Bupati Yahukimo.

Kata Wakil Bupati, selama ini tugas sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo tidak dilaksanakan dengan baik dan maksimal.

Ia mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai DPRD Yahukimo sebelumnya, ia banyak menerima laporan tidak aktifnya pegawai.

Ini dilakukan karena Pemerintah memperhatikan kesejahteraan tetapi kinerja pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten Yahukimo kurang maksimal.

“Kami sampaikan bahwa, kami akan memperhatikan kesejahteraan seluruh aparatur sipil negara baik eselon 2, Eselon 4 hingga staf. Sekarang kami minta adalah disiplin kerja, dedikasi, loyalitas sebagai ASN perlu ditunjukkan,” tegas Wakil Bupati.

Sementara itu Bupati Yahukimo Didimus Yahuli mengatakan dalam menjalankan tugas sebagai ASN di Yahukimo harus menjaga keseimbangan sebagai pegawai sesuai undang-undang yang berlaku.

“Kita jaga keseimbangan hak dan kewajiban. Kita bayar gaji tepat waktu, mereka punya hak-hak harus diperhatikan, tetapi mereka (Pegawai) tidak masuk kantor dananya dipotong, pemotongan gajinya harus jalan, disiplin kita terapkan,” kata Bupati.

Bupati mengatakan kesejahteraan pegawai yang menjadi perhatian salah satunya bendahara-bendahara tak mempersulit pegawai dalam proses hak-hak mereka.

“Bendahara-Bendahara pastikan tanggal 5 gaji sudah diterima. Gaji tidak diterima maksimal sampai tanggal 10, jika berlarut maka bendahara harus ganti yang baru. Tunjangan juga akan diperhatikan. Insentif akan segera dibayarkan. Pegawai harus sejahtera,” ujar Bupati. (*)

Editor: Edho Sinaga

Related posts

Leave a Reply