Papua No. 1 News Portal | Jubi
Yogyakarta, Jubi – Salah satu aplikasi pemantau seketika (realtime) milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta tak bisa update informasi terkait aktivitas Gunung Merapi. Perangkat pemantauan itu merujuk pada aplikasi Live Seismogram yang tercantum melalui laman magma.esdm.go.id.
“Sebetulnya untuk (live) seismogram ini, kondisinya tidak update karena tanggalnya masih 30-11 (30 November). Kami sudah menghubungi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) agar diperbaiki,” ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Selasa, (8/12/2020).
Baca juga : Gejala erupsi eksplosif menguat, status gunung Merapi siaga
BNPB kembangkan aplikasi cek posisi bahaya hadapi gunung Ili Lewotolok kembali meletus
Erupsi gunung Ili Lewotolok, 2.782 warga terdampak dievakuasi
Meski aplikasi live seismogram itu gagal update, Hanik mengatakan peralatan seismograf di Gunung Merapi kondisinya sendiri masih bekerja dengan baik. Hanya penerima live seismogram di laman magma.esdm.go.id yang tidak update, sedangkan di laman merapi.bgl.esdm.go.id informasinya tetap bekerja normal.
BPPTKG mencatat pada hari Selasa ini telah terjadi guguran pukul 09:17 WIB yang suaranya terdengar dari Pos Babadan. Merapi menggugurkan material dari puncak mengarah ke barat dengan jarak luncur 200 meter.
Selain guguran sebanyak satu kali ini, visual gunung juga tampak jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah. (*)
Editor : Edi Faisol






