Aplikasi live seismogram gunung Merapi gagal update

Ilustrasi aplikasi android, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yogyakarta, Jubi – Salah satu aplikasi pemantau seketika (realtime) milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta tak bisa update informasi terkait aktivitas Gunung Merapi. Perangkat pemantauan itu merujuk pada aplikasi Live Seismogram yang tercantum melalui laman magma.esdm.go.id.

Read More

“Sebetulnya untuk (live) seismogram ini, kondisinya tidak update karena tanggalnya masih 30-11 (30 November). Kami sudah menghubungi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) agar diperbaiki,” ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Selasa, (8/12/2020).

Baca juga : Gejala erupsi eksplosif menguat, status gunung Merapi siaga 

BNPB kembangkan aplikasi cek posisi bahaya hadapi gunung Ili Lewotolok kembali meletus 

Erupsi gunung Ili Lewotolok, 2.782 warga terdampak dievakuasi

Meski aplikasi live seismogram itu gagal update, Hanik mengatakan peralatan seismograf di Gunung Merapi kondisinya sendiri masih bekerja dengan baik. Hanya penerima live seismogram di laman magma.esdm.go.id yang tidak update, sedangkan di laman merapi.bgl.esdm.go.id informasinya tetap bekerja normal.

BPPTKG mencatat pada hari Selasa ini telah terjadi guguran pukul 09:17 WIB yang suaranya terdengar dari Pos Babadan. Merapi menggugurkan material dari puncak mengarah ke barat dengan jarak luncur 200 meter.

Selain guguran sebanyak satu kali ini, visual gunung juga tampak jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply