Anggota TNI reaktif dan positif Covid-19 di Deiyai dan Paniai

Anggota TNI saat pemeriksaan rapid test massal di halaman RSU Deiyai. - Jubi/Abeth You

| Papua No.1 News Portal | Jubi

Enarotali, Jubi – Bupati Paniai, Meki Nawipa, yang juga sebagai Ketua Umum Penanganan Covid-19 Kabupaten Paniai, mengatakan telah melakukan rapid test kepada warga dan orang-orang yang baru datang dari luar daerah, termasuk anggota TNI yang melakukan pergantian. Dari hasil pemeriksaan ditemukan empat reaktif.

Read More

“Ada pergantian anggota TNI, mereka yang baru datang kami lakukan pemeriksaan rapid test. Ada empat reaktif lalu dikirim ke Nabire. Setelah pemeriksaan swab test ternyata positif, jadi sedang menjalani isolasi mandiri di RSUD Nabire,” katanya.

Kata bupati, RSUD Nabire sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19 di wilayah Meepago. Selain itu, untuk meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19, pihaknya telah melakukan penutupan akses.

“Khusus untuk jalan darat kami sudah tutup. Seperti kendaraan dari Nabire, Dogiyai, dan Deiyai tidak lagi masuk di Paniai. Kami sudah palang total di depan RSUD Paniai. Jika mereka mau masuk di daerah kami, ya, tentunya harus dilakukan pemeriksaan rapid test dulu,” katanya.

Sementara itu, untuk Kabupaten Deiyai, juru bicara Tim Covid-19 Deiyai, dr. Arista Wuriyawan, mengatakan saat ini sudah ada delapan orang positif Covid-19.

“Itu anggota TNI yang baru datang dari Jayapura melalui Nabire. Tiba di Deiyai Selasa, 21 Juli 2020, kemudian Senin, 27 Juli itu kami lakukan rapid test massal anggota TNI dari Kodim, Timsus, dan Koramil sebanyak 126 orang,” kata dr. Arista.

Ia menjelaskan, kasus positif rapid test dari Kodim sebanyak 23 orang, 12 orang dilakukan swab test di Deiyai dan hasilnya delapan orang positif, sedang empat orang negatif. “Yang 11 orang langsung disuruh turun ke Nabire untuk swab test karena keterbatasan alat. Jadi delapan orang positif Covid-19 sudah diisolasi di RSUD Nabire.” (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts

Leave a Reply