Papua No.1 News Portal
Merauke, Jubi- Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) Sub Divisi Regional (Divre) Merauke, Djabiruddin mengatakan, setiap hari beras dari mitra yang masuk di gudang Bulog berkisar antara 100-300 ton.
“Mitra kerja bulog berjumlah 30-an lebih. Sehingga setiap hari pasti mereka memasok beras, setelah penggilingan dilakukan,” kata Djabiruddin melalui telepon selulernya, Selasa (9/6/2020)..
Setiap mitra, biasanya memasok beras antara 15-30 ton. Dengan jumlah mencapai 30 lebih mitra, tiap hari pasokan beras masuk gudang hingga ratusan ton.
“Ya para mitra juga sudah mengorder terlebih dahulu berapa ton beras yang akan dipasok,” katanya.
Dikatakan, setiap hari pasti petani membawa gabah ke tempat penggilingan. Para mitra tak menginginkan menyimpan beras terlalu lama di gudang, karena itu mereka segera menjualnyake Bulog Merauke.
Dijelaskan sampai hari ini sekitar 4.000 ton beras masuk di gudang bulog. Untuk target yang diberikan Perum Bulog pusat adalah 24.150 ton dalam tahun ini.
“Saya menjamin target akan tercapai, karena musim panen juga akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Dominikus Ulukyanan meminta kepada Bulog agar menyerap beras petani melalui para mitra.
“Kami selalu melakukan koordinasi bersama Kabulog Merauke sekaligus meminta agar beras petani melalui mitra diserap. Karena dengan menjual beras dan mendapatkan uang, akan diputar lagi untuk musim tanam berikut,” katanya. (*)
Editor: Syam Terrajana






