Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Papua, Yulce W Enembe memberikan bantuan alat pembelajaran bagi tiga lembaga Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD, Jumat (7/8/2021).
Sejumlah tiga PAUD yang menerima bantuan dari Enembe itu adalah PAUD Papua Cerdas Mandiri), PAUD Anugerah GIDI, dan PAUD Bangkit Mandiri Sejahtera Papua. Ketiga PAUD itu merupa bantuan berupa ayunan, bola bumi, angklung, dan alat permainan anak lainnya.
Bantuan dari Enembe itu merupakan alat permainan dan pembelajaran bagi anak didik PAUD berusia 0 – 6 tahun. Bantuan itu dapat digunakan untuk materi pembelajaran di dalam ruangan maupun materi pembelajaran di luar ruangan.
Baca juga: Dinas Pendidikan Nabire Belum Beri Izin TK dan PAUD Belajar Tatap Muka
“Hari ini ada beberapa alat-alat yang diserahkan untuk anak-anak PAUD, baik indoor dan outdoor. Penyerahan dari Kelompok Kerja PAUD PKK Papua kepada masing-masing PAUD, sudah bisa digunakan,” katanya.
Ia berharap manteri pembelajaran PAUD di Papua akan memberikan terampilan bagi anak berusia dini. “Di dalam sekolah itu harus ada keterampilan hidup, karena sebelumnya kami belum pernah dapat pendidikan seperti itu. Kita pasti bisa, apalagi anak-anak itu dipersiapkan dengan alat-alat. [pembelajaran], agar lebih baik,” ujarnya.
Ia meminta Kelompok Kerja PAUD Tim Penggerak PKK Papua akan terus membantu PAUD di Papua. “Pokja PAUD akan sangat menolong anak-anak kami pada usia dini, dan bantuan alat-alat pembelajaran yang diberikan,” katanya.
Ketua Pokja PAUD PKK Papua, Protasius Lobya mengatakan bantuan alat pembelajaran itu akan membantu PAUD untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah masing-masing. “Pokja provinsi punya sekolah binaan, sehingga kami harus lengkapi sekolah itu dengan standar. Pengajarnya sudah kami siapkan, dengan standar kompetensi dan kualifikasi. Gedungnya sudah siap,” ujarnya.
Ia menyatakan PAUD yang menerima bantuan alat pembelajaran itu dapat meningkatkan kualitas pengajarannya. “Tidak semua PAUD dan anak-anak di Papua mendapatkan peralatan sepeti itu. Itu hanya model saja,” ujarnya. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G






