234 warga binaan di Lapas Merauke tidak bisa divaksin karena belum punya NIK

Pelaksana harian (Plh) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Merauke, Bekti Utomo. – Jubi/Frans L Kobun

Papua No.1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi- Pelaksana harian (Plh) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Merauke, Bekti Utomo mengungkapkan, jumlah warga binaan yang saat ini berada di Lapas adalah 339 orang. Setelah dilakukan pendataan kembali, dari jumlah itu, ternyata 234 orang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Hanya 105 orang memiliki NIK dan dipastikan siap divaksin.

Hal itu diungkapkan Bekti saat ditemui sejumlah wartawan diruang kerjanya Kamis (29/7/2021). “Pekan lalu kami bersurat ke Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke secara resmi. Juga menemui pejabat di dinas itu membicarakan pelaksanaan vaksinasi serta membawa data warga binaan di Lapas,” katanya.

Namun, lanjut dia, ada telepon dari dinas yang menyampaikan kalau data tersebut kurang lengkap. Dimana dari 339 warga binaan, hanya 105 memiliki NIK, sedangkan 234 lain belum.

“Memang menjadi persoalan adalah ratusan warga binaan itu, tidak hanya di Merauke tetapi juga dari Boven Digoel, Mappi serta Asmat. Saat tersandung kasus kriminal, mereka hanya membawa surat tahapan tanpa identitas diri berupa KTP. Ini yang menjadi salah satu persoalan,” ungkapnya.

Oleh karena dari Dinkes Merauke menyampaikan syarat vaksinasi harus memiliki NIK, maka dipastikan pelaksanaan vaksinasi bagi warga binaan belum bisa dilakukan.

“Saya masih menunggu koordinasi Kementerian Hukum dan HAM bersama Kementerian Kesehatan RI guna mendapat petunjuk lebih lanjut. Harapan kami agar ada pengecualian diberikan kepada warga binaan sehingga bisa divaksin,” pintanya.

Semua orang, menurutnya berhak divaksin. Apalagi pemerintah sedang gencar mendorong masyarakat agar divaksin.

“Mudah-mudahan ada kebijakan diberikan. Dimana semua warga binaan tetap melakukan vaksin, meskipun banyak tak memiliki NIK,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Muskita beberapa hari lalu mengatakan, kurang lebih 66.000 masyarakat telah melakukan vaksinasi untuk tahap pertama dan kedua.

“Target kami adalah 150.000 masyarakat wajib divaksin. Olehya setiap hari terus dilakukan vaksinasi di sejumlah titik dalam wilayah kota maupun pinggiran oleh tenaga medis,” katanya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts

Leave a Reply