Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Pihak Yayasan Al Ikhlas Sentani yang menaungi TK,SD, dan MTS mengatakan, sejak terjadi banjir bandang itu ada gedung sekolah yang rusak.
“Waktu banjir itu ada empat ruangan yang habis, dan kursi serta meja-meja itu tidak ada yang kelihatan sejak banjir itu ,” kata Muhammad Yunus, ketua yayasan al Ihklas kepada wartawan di Sentani, Senin (11/11/2019).
Menurutnya pada saat banjir, memang ada bantuan dari berbagai pihak. Namun bantuan itu hanya bisa digunakan untuk merehabilitasi gedung .
“Sekarang tempat itu sudah rata dan siap untuk dibangun,”
Sedang untuk gedung TK yang 40 siswa dan ruangannya itu tertutup 1 meter lebih. “Kami angkat lumpurnya dan kita buat talud untuk sementara, jadi tanah dasar itu di bawa dan lumpur di atas,” kata Yunus.
Ada ruangan kelas SD yang rusak akhirnya diratakan, kini siap dibangun kembali.
“Sambil menunggu bantuan dari beberapa pihak yang telah menjanjikan dan untuk siswa SD ada 250 siswa jadi ada tiga ruangan untuk MTS itu kita sekat menjadi empat ruangan dan dibagi dua set pagi dan siang,” ucapnya
Kata Yunus, dalam rangka peringatan hari Maulid Nabi yayasan Al Ikhlas akan melakukan menggelar acara jalan santai sekaligus melakukan peletakan bantu pertama pembangunan gedung baru.
“Dengan harapan berbagai pihak dapat melihat kesulitan kami dan membantu agar kami bisa bangun empat ruangan itu kembali,” ujarnyatutur Ketua Yayasan ini.
Halmia, salah seorangsatu orang tua siswa didik yayasan Al Ikhlas mengatakan,banjir bandang di Sentani pada Maret silam memang membuat gedung sekolah itu rusak berat.
“Kami orang tua juga sangat prihatin sekali dengan kondisi sekolah seperti ini. kami cuman berharap agar kembali normal saja,” ucapnya. Dengan kondisi seperti itu, dia berharap ada perhatian dari pemerinrtah daerah.(*)
Editor: Syam Terrajana
