Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Para warga yang ingin menonton pertandingan tinju Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua sangat terbantu dengan keberadaan layar lebar di sekitar Stadion Lukas Enembe di Kabupaten Jayapura. Banyak warga yang menonton pertandingan tinju yang berlangsung di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, itu dengan memarkir motor mereka di depan layar lebar atau duduk di pembatas jalan atau trotoar jalan Stadion Lukas Enembe.
Salah satu warga yang menonton pertandingan tinju pada Rabu (12/10/2021), Agustin Ongge merasa bangga karena bisa menyaksikan berlangsungnya pertandingan layar lebar di Stadion Lukas Enembe. “Layar lebar itu sangat membantu, jadi kami tidak perlu jauh-jauh ke sana. Soalnya, semua itu berbiaya, jadi ada banyak faktor yang menjadi kendala kami tidak bisa pergi menonton,” ujar Ongge.
Ongge mengaku mendengar informasi tentang layar lebar PON XX Papua itu dari radio. “Dari RRI juga sudah memberitahu, kalau tidak bisa ke stadion, nonton saja di layar lebar yang ada di [Stadion Lukas Enembe]. Semua kembali kepada pilihan masyakarat saja. Mau ke stadion atau duduk nonton di layar lebar,” kata Ongge.
Baca juga: Ada venue dan pondok UKM sepi pengunjung selama PON XX berlangsung
Ia berharap layar lebar itu nantinya juga akan menayangkan secara langsung jalannya final sepak bola PON XX Papua. Dalam laga final itu, tim sepak bolah PON Papua akan berhadapan dengan tim Nangroe Aceh Darussalam.
“Nanti pas final [sepak bola]. kalau bisa disiarkan di layar besar juga. Kami masyakarat begini tidak mungkin bisa masuk ke sana dengan banyak syarat. Putar saja di layar besar itu, asal jangan ada gangguan,” ujarnya.
Layar besar yang menyuguhkan beragam pertandingan dan perlombaan PON XX Papua di Stadion Lukas Enembe juga membuat para pedagang yang berjualan senang. Berta Pedai misalnya, senang bisa berjualan sambil menonton pertandingan dan perlombaan PON sambil berjualan pinang.
“Kita tidak langsung ke stadion, tapi di layar besar itu juga sudah bisa lihat kita punya atlet Papua dorang main sambil duduk jual pinang. Dari pada mengantuk, [lebih baik sambil] menonton,” kata Pedai.
Perempuan asal Serui itu mengaku sangat terbantu dengan adanya layar lebar di Stadion Lukas Enembe itu. “Sangat membantu, karena tidak terlalu banyak syarat. Kalau mau masuk [ke dalam stadion] harus ada surat ini dan itu. Jadi [yang] kami di luar [stadion sangat] menikmati [layar lebar] itu,” ucap Pedai. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G
