Warga dan pemilik grup musik didenda terbukti nekat gelar hajatan

Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pamekasan, Jubi – Warga dan pemilik grup musik di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, didenda saat nekat gelar hajatan pernikahan. Mereka sebelumnya lolos dari tindakan razia aparat PPKM darurat Covid-19, namun akhirnya ketahuan dan disidang oleh pengadilan setempat.

Read More

Dalam sidang dipimpin hakim tunggal Syivia Banda Putri, warga bernama Norul merupakan tuan rumah acara, sementara Agus Haryanto pemilik manajemen orkes dinilai melanggar Pasal 7 Peraturan Bupati (Perbup) Sampang Nomor 53 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Baca juga : Warga di daerah ini tertular Covid-19 saat persiapan hajatan 

Tak isolasi, warga positif Covid-19 malah gelar hajatan  

Nekat Gelar Expo, Bupati ini siap mundur jika ada warganya meninggal akibat Covid-19

Tercatat hajatan yang digelar itu dikethui saat beredar rekaman video di media sosial.  Polisi kemudian menyelidiki dan menjatuhkan sanksi denda kepada warga yang menggelar hajatan dan pemilik orkes musik setelah acara mereka viral di media sosial dan pesan berantai WhatsApp.

Orkes hiburan itu digelar oleh warga Norul di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, pada Rabu (21/7/2021) malam.

Dalam video tersebut, para penonton maupun para artis dan juga musisi tidak memakai masker dan terlihat sangat berkerumun. “Ramai sekali yang lihat. Mungkin sekarang sudah bebas ya,” ujar salah satu warga yang sempat menyaksikan acara.

Menurut warga itu, PPKM darurat jawa bali sepertinya tidak mempan untuk masyarakat desa karena terbukti masih tetap nekat mengadakan hiburan yang mengundang kerumunan.

Forkopimcam setempat saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan belum merespons. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan mengaku kecolongan pertunjukan orkes dangdut di wilayah Sampang, seperti yang terjadi di Desa Taddan, Kecamatan Camplong.

“Sekarang rakyat lagi susah-susahnya, tapi masih ada warga yang nekat mengundang hiburan. Terus terang kami kecolongan,” kata Yuliadi, Kamis (22/7/2021) kemarin. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Related posts