
Papua No. 1 News Portal | Jubi Reporter : Frans L Kobun
Merauke, Jubi – Wakil Ketua Bamuskam Kampung Buti, Distrik Merauke, D. Kaway Ndiken, minta kepala kampung setempat, Junaidy Sarendo Gebze, bersama perangkat kerjanya untuk mengelola dana desa maupun dana ADK serta sumber bantuan lain dari pemerintah secara transparan.
“Setiap dana yang dicairkan, agar ditunjukkan kepada masyarakat terlebih dahulu. Sehingga semua juga tahu jika penggunaan dan atau pemanfaatan akan tepat sasaran,” ujar Ndiken, kepada Jubi, Jumat (29/3/2019).
Dikatakan, setelah adanya kantor kampung yang dikontrak, diharapkan sentuhan pelayanan kepada masyarakat Marind-Buti harus dengan sungguh-sungguh dilaksanakan. Siapapun yang datang, harus dilayani baik.
Diharapkan juga pemanfaatan dana tepat sasaran sesuai perencanaan yang telah disepakati bersama masyarakat.
“Itu paling penting dan utama harus dipegang kepala kampung bersama aparaturnya,” pinta dia.
Kesejahteraan masyarakat, menurutnya, perlu diperhatikan. Dari dana yang akan dikucurkan, dimanfaatkan untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi kerakyatan sehingga ada pendapatan yang diperoleh setiap bulan.
“Saya mencontohkan saja, ada sejumlah masyarakat Marind-Buti rutin menjual hasil tangkapan udang maupun ikan. Begitu juga kelapa yang bisa dipetik dan dijual. Hanya saja, pasaran masih sulit dan harga dibawah standar. Olehnya, perlu perhatian khusus pemerintah kampung,” pintanya.
Penggagas Kampung Buti, Burhanudin Zein, berjanji akan terus melakukan pendampingan kepada aparatur kampung.
“Saya tak mungkin lepas mereka begitu saja,” katanya.
“Sampai kapanpun, akan selalu bersama mereka untuk memberikan pelayanan kepada orang Marind-Buti. Karena mereka butuh sentuhan secara terus menerus,” sambungnya. (*)
Editor: Dewi Wulandari






