Titus Pekei sebut noken sumber inspirasi dari Tuhan

Mama-mama Papua menggelar noken di dalam ruangan Kesenian Karel Gobai Nabire Papua. - Jubi/Hengky Yeimo

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Penggagas Noken Papua, Titus C. Pekei mengatakan, noken adalah sumber inspirasi dari Tuhan yang diberikan kepada Orang Asli Papua (OAP). Mama-mama Papua pun sedang berbahagia merayakan HUT ke-9 Noken Papua atau Hari Noken Sedunia 2021.

“Sebab orang Papua sudah mengenal cara merajut noken, menyulam dan menganyam noken, semua ada di daerah dataran, pesisir, rawa, bahkan pengunungan Papua,” katanya, dalam sambutan pembukaan HUT ke-9 Noken di Gedung Kesenian Karel Gobay di Nabire, Sabtu (4/12/2021).

Pekei mengatakan, di daerah lain mereka hanya mengenal satu model rajutan. Tetapi di Papua, masing-masing daerah memunyai cara berbeda menganyam noken.

“Hari ini mama-mama Papua seluruh dunia berekspresi menyampaikan ke publik, saya punya kelebihan dan talenta yang Tuhan berikan. Sehingga hari ini tidak salah mereka rayakan,” katanya.

Menurut Pekei, keunikan dari noken adalah murni kreativitas orang-orang Papua. “Keringat mama-mama Papua diakui oleh UNESCO. UNESCO sangat menghargai karya-karya intelektual di seluruh dunia, termasuk noken mama-mama ini dihargai sangat tinggi,” katanya.

Lanjutnya Pekey, semua anak mama adalah anak noken, sehingga noken wajib dilestarikan.

“Termasuk juga sumber-sumber bahan baku noken. Sumber bahan baku adalah hutan, sehingga hutan Papua harus dilindungi,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Penanggungjawab Kegiatan, Melianus Kotouki mengatakan meski mereka menyiapkan kegiatan dalam waktu terbatas, namun akhirnya bisa terselenggara dengan baik.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada komunitas yang turut terlibat dalam menyukseskan acara HUT Noken ini,” katanya.

Kotouki mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua orang Papua, untuk mengangkat harkat dan martabat orang Papua.

“Kami ajak kepada semua pihak agar wajib menggunakan noken. Sebab dengan demikian kita mendukung keabsahan noken di UNESCO, ini juga berdampak bagi ekonomi mama-mama Papua,” katanya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Leave a Reply