Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,
Suva, Jubi – Tiga partai politik oposisi mulai menabuh genderang menghadapi pemilihan umum Fiji yang akan berlangsung pada tahun 2018 mendatang. Ketiga partai politik tersebut adalah Partai Buruh yang dipimpin Mahendra Chaudry, Partai Federasi Nasional (NFP) yang dipimpin oleh Biman Prasad, dan Partai SODELPA yang dipimpin oleh Sitiveni Rabuka.
Ketiga pimpinan partai di atas termasuk politikus yang ditangkap dan ditahan selama beberapa hari karena menggelar diskusi tentang konstitusi, bulan lalu.
Mahendra mengiyakan bahwa pihaknya bersama dengan NFP dan Partai Sosial Demokratik Liberal juga telah mendiskusikan kemungkinan untuk berkoalisi. “Kami sedang diskusikan hal itu saat ini,” ujar Mahendra.
Kendati Partai Buruh tidak mempunyai perwakilan di parlemen, ia mengatakan koalisi besar seperti itu diperlukan untuk menahan jumlah suara yang hilang dalam pemilu nanti.
“Karena oposisi ini terpecah ke lima partai politik dan raihan suaranya akhirnya juga terpecah. Sementara, sistem pemilu di Fiji adalah jika suaranya tidak memenuhi ambang batas (threshold), maka suara tersebut tidak diperhitungkan,” tuturnya.
Ia yakin, jika partai politik oposisi itu bersatu, maka suara yang masuk itu tetap bisa dihitung dan bahkan memberikan peluang kursi bagi partai di parlemen.
Sementara, Sitiveni Rabuka menyatakan bahwa memang pembicaraan koalisi itu sudah dilakukan. Namun, mekanisme kerjasama belum disetujui oleh dewan pengurus partai. “Tapi iya, koalisi selalu menjadi pilihan,” katanya.
Sementara, Biman Prasad mengatakan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru membuat koalisi. Partainya sangat terbuka terhadap dialog tentang koalisi dengan partai lain.
“Partai melalui pertemuan pimpinan di Nadi telah meloloskan resolusi bahwa NFP harus bersama-sama dengan partai politik lainnya dalam hal memperhatikan isu politik di tingkat nasional,” katanya.
Para politikus dari partai oposisi itu juga kini tengah mendekati Partai Rakyat Demokratik untuk bergabung dalam koalisi. (*)





