
Jayapura, Jubi – Daerah perbatasan RI-PNG terdapat empat pintu masuk di wilayah Kabupaten Keerom. Wutung, Waris, Senggi, dan Komratoro adalah empat daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, PNG. Wutung merupakan pintu besar sedangkan tiga daerah lain adalah pintu kecil yang biasa disebut jalan tikus.
Hal tersebut dikatakan Ketua Dewan Adat Kabupaten Keerom, Papua, Herman Yoku kepada wartawan Rabu (08/09/2015) di Abepura. Menurutnya, tiga jalan tikus tersebut selalu digunakan oknum-oknum tertentu untuk melakukan bisnis harap seperti penyeludupan minuma keras (miras) dan sekarang lebih tren adalah narkotika.
“Ingat pintu perbatasan ada empat di wilayah kabupaten Keerom. Tiga diantaranya jalan setapak. Tiga daerah tersebut merupakan persaingan bisnis kayu, Miras dan bahkan Narkoba,” katanya.
Disinggung keterlibatan aparat keamanan dalam permainan kayu di Keerom, Herman Yoku mengakui tak ingin menyebut dari satuan mana. Yang pasti, memang ada oknum yang bermain bisnis kayu dan lainnya di Keerom, dan membuat masyarakat resah.
“Sekarang coba penegak hukum bisa ungkap tuntas hal ini atau tidak. Stop, kami di Keerom ingin sejahtera dan mengelola milik kami dengan baik. Saya akan menuju kesatuan mereka untuk lapor komandannya. Persaingan ini saya tak bisa sebut satuan tapi oknum yang bermain dibawah. Jangan buat karyawan jadi korban,” ujarnya menimpali kasus penembakan yang terjadi di sekitar patok batas MM 2.3 Kampung Kreppo pada Rabu (8/9/2015).
Sebelumnya Kepala BNN Papua, Jackson Lapalonga mengatakan, daerah perbatasan antara RI dan PNG yang merupakan daerah terawan penyeludupan narkoba.
“Wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan PNG menjadi perhatian serius kami. Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak aparat keamanan yang menjaga perbatasan agar selalu melakukan pemeriksaan ketat terhadap warga kita atau warga tetangga yang masuk dan keluar. Jangan sampai ada barang harap tersebut yang diseludupkan,” katanya. (Roy Ratumakin)




