
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Ketua Harian Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua, Yunus Wonda menyatakan penundaan penyelenggaraan PON ke tahun 2021 tidak membuat semua anggaran PB PON XX Papua bisa dialihkan untuk membiayai penanganan pandemi Covid-19. Anggaran pengadaan peralatan pertandingan misalnya, tetap akan dibelanjakan untuk membeli peralatan yang dibutuhkan.
Hal itu dinyatakan Yunus Wonda di Jayapura, Kamis (30/4/2020). “Contohnya, anggaran yang kini ada di rekening PB PON sebesar Rp100 miliar, tapi tidak bisa dikeluarkan atau digeser ke kegiatan di luar PON, karena itu untuk pengadaan peralatan,” kata Wonda kepada jurnalis di Kantor PB PON XX Papua, Kamis.
Wonda menyatakan tugas PB PON XX untuk mempersiapkan penyelenggaraan dan pengadaan peralatan PON tetap berjalan seperti biasa. “Peralatan kita pesan dari luar negeri. Kalau kita pesan, bisa [memakan waktu] empat sampai tujuh bulan, baru bisa sampai ke [Papua]. Soal anggaran, pemerintah sudah punya perhitungan dari mana dana akan dikeluarkan untuk penanganan Covid-19 itu,” kata Wonda.
Wonda berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. “Kami berharap kalau situasi sudah kembali normal, kami akan kerja untuk siapkan semua di tahun 2020, sehingga di tahun 2021 kami akan kerja lebih banyak di perawatan saja,” ujarnya lagi.
Ia menambahkan masalah penggunaan anggaran merupakan ranah pemerintah. PB PON XX Papua akan terus bekerja agar pengadaan semua peralatan dan pembangunan venue PON selesai pada 2020.
Yunus Wonda yang juga menjabat Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua menambahkan penundaan PON XX Papua telah diputuskan Presiden Joko Widodo melalui rapat terbatas virtual beberapa waktu yang lalu. “[Berdasarkan] segala pertimbangan, saran, masukan dari DPR RI, Menteri Pemudan dan Olahraga, juga Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat maupun kami [yang ada] di Papua, akhirnya [PON XX Papua] digeser ke tahun 2021. Bulannya sama, tapi tanggalnya belum diputuskan,” ujar Wonda. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G





