Tiba-tiba muncul 2.500 pemilih tambahan di Boven Digoel 

Anggota Bawaslu Provinsi Papua, Jamaluddin Lodorua, saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan – Jubi/Frans L Kobun
Anggota Bawaslu Provinsi Papua, Jamaluddin Lodorua, saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua, Jamaludin Ladorua, mengatakan pihaknya baru mendapatkan informasi jika ada penambahan 2.500 daftar pemilih tetap (DPT) untuk Kabupaten Boven Digoel . Padahal, penetapan DPT telah dilakukan KPU Pusat sejak Desember 2018.

Read More

“Kok ada penambahan lagi, padahal KPU pusat sudah melakukan penetapan sejak Desember. Kalaupun ada penambahan, kemungkinan di DPK,” ujar Jamaludin kepada sejumlah wartawan Rabu (20/2/2019).

Dijelaskannya, jika 2.500 DPT itu dipertahankan, dipastikan akan berdampak terhadap pencetakan surat suara maupun jumlah TPS.

“Sampai hari ini kami masih berpikir bagaimana orang yang mengaku belum terdaftar, bisa dimasukan dalam DPT. Sementara tak ada ruang lagi untuk dimasukan. Kami khawatir itu adalah data fiktif yang sengaja dimasukan orang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Bawaslu, lanjut dia, sedang menyelidiki dan meminta kepada KPU Boven Digoel agar datanya diserahkan mulai dari nama, NIK maupun NKK sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami masih menunggu datanya dan belum sampai kepada pembahasan secara internal. Karena kami meyakini jika data dimaksud tak benar. Masa satu kabupaten itu, data sebanyak 2.500 tak terdeteksi. Terus terang, kami sangat berhati-hati, karena bisa saja ada orang memanfaatkan kesempatan mencari suara dalam pileg maupun pilpres,” tegasnya lagi.

“Ya, karena adanya kecurigaan itu, makanya kami meminta data terlebih dahulu, agar dilakukan kroscek ,” ujarnya.

Anggota DPR RI, Sulaeman Hamzah, minta masyarakat untuk memastikan akan ikut mencoblos pada pemilu mendatang. Caranya adalah dengan mengecek di RT maupun kelurahan apakah sudah terdaftar atau belum.

“Jangan sampai golput. Gunakanlah hak pilih untuk datang ke TPS dan mencoblos pilihan sesuai hati nurani tanpa unsur pemaksaan,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts

Leave a Reply