Terdapat belasan penelitian obat herbal untuk terapi Covid-19

obat herbal Papua
Ilustrasi, Pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Terdapat 15 penelitian obat herbal yang dapat digunakan untuk tambahan terapi Covid-19 secara nasional. Penemuan obat bahan alam juga menjadi prioritas dari berbagai penelitian yang dilakukan untuk penanganan Covid-19.

Read More

“BPOM saat ini juga tengah mendampingi 15 penelitian obat herbal atau obat berbahan alam sebagai tambahan atau adjuvan dari terapi Covid-19, dengan progres yang beragam tentunya dari setiap penelitian ini,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito, dikutip Antara, Rabu, (13/10/2021).

Baca juga : Sejumlah rumah sakit di Yogyakarta kembangkan obat Covid-19 dari minyak kelapa

Mengenal daun Sampare, si pereda demam dan Malaria dari Biak
Penny menjelaskan 15 penelitian tersebut terdiri atas dua penelitian dengan status uji kliniknya sudah selesai dan sedang berproses untuk registrasi, tujuh penelitian dengan status proses penelitian yang sedang berlangsung. Selain itu dua penelitian masih dalam pendampingan penyusunan protokol uji klinik, serta empat penelitian dalam proses tahapan uji praklinik.

“Selain itu terdapat 68 penelitian lain di luar yang terkait dengan penanganan Covid-19 yang sedang didampingi oleh BPOM,” kata Penny menambahkan.

Menurut dia, BPOM secara intensif mendukung mulai dari hulu pada tahap penelitian hingga pendampingan kepada para peneliti dan pelaku usaha pada saat pengembangan hilirisasi produk obat. Pendampingan di hulu dilakukan pada saat penelitian dan pengembangan, yang dimulai dari penyusunan protokol uji klinik hingga pelaksanaan uji klinik sesuai dengan prinsip dan cara uji klinik yang baik.

“BPOM juga memberikan berbagai pelatihan, seperti pelatihan cara uji klinik yang baik dan berbagai penyederhanaan fleksibilitas dalam proses pelaksanaan uji klinik dan proses registrasi,” kata Penny menjelaskan.

Hal itu dilakukan dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan yang ada di lapangan. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts