Studi: Perokok AS Lebih Sulit Mendapat Pekerjaan Kembali

Ilustrasi - parksuu.wordpress.com
Ilustrasi – parksuu.wordpress.com

Washington, Jubi – Perokok memiliki peluang lebih kecil  memperoleh pekerjaan di Amerika Serikat, dan ketika  mendapatkannya mereka memperoleh penghasilan yang lebih sedikit dibandingkan orang yang bukan perokok.

“Bahaya kesehatan akibat merokok telah dilaporkan selama berabad-abad,” kata Judith Prochaska di dalam satu pernyataan.

Prochaska, Asisten Profesor di Stanford University, memimpin satu studi yang disiarkan pada Senin (11/4/2016) dan mengungkapkan bahwa merokok bisa membuat perokok mengeluarkan lebih banyak uang dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

“Studi kami di sini memberi pandangan mendalam mengenai bahaya finansial dari merokok, baik dalam peluang keberhasilan memperoleh pekerjaan kembali maupun upah yang lebih rendah,” katanya.

Berbagai studi sebelumnya telah memperlihatkan hubungan antara merokok dan pengangguran di Amerika Serikat dan Eropa. Namun, tidak jelas apakah merokok menjadi penyebab atau akibat dari pengangguran.

Di dalam studi baru tersebut, Prochaska dan timnya meneliti 131 perokok yang menganggur dan 120 orang yang bukan perokok dan menganggur pada awal studi, demikian Xinhua–yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Perkembangan mereka diikuti dari enam hingga 12 bulan kemudian.

Selama 12 bulan, hanya 27 persen perokok mendapatkan pekerjaaan, dibandingkan dengan 56 persen orang yang bukan perokok.

Di antara mereka yang mendapatkan pekerjaan dalam 12 bulan, perokok memerlukan penghasilan rata-rata lima dolar lebih sedikit per jam dibandingkan dengan bukan perokok.

Hal lainnya, perokok secara rata-rata lebih muda, berpendikan lebih rendah dan berada dalam kondisi kesehatan yang lebih jelek dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Perbedaan semacam itu mungkin mempengaruhi kemampuan pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan, lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa angka perokok yang memperoleh pekerjaan kembali sebesar 24 persen lebih rendah dibanding orang yang tidak merokok setelah 12 bulan.

“Kami mendapati bahwa perokok menghadapi kesulitan yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan dibandingkan dengan orang yang bukan perokok,” kata Prochaska.(*)

Related posts

Leave a Reply