Papua No.1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – SMA swasta di Kota Jayapura, Provinsi Papua masih menunggu keputusan atau aturan resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua terkait belajar tatap muka pada semester depan yang dimulai Januari 2021.
Kepala SMA YPPK Teruna Bakti, Cornelia Ragainaga mengatakan kepala SMA pernah diundang rapat oleh kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua di SMAN 4 Jayapura membahas hal tersebut.
“Hanya saja belum ada keputusan pasti untuk kami yang di Kota Jayapura, kami pada dasarnya menunggu peraturan dari Disdik Provinsi,” ujarnya.
BACA JUGA: Pesantren dan madrasah di Kota Jayapura siap belajar tatap muka
Jika dizinkan belajar tatap muka, kata Cornelia, ia akan menggelar rapat bersama orang tua siswa terlebih dahulu untuk menyosialisasikan aturan tersebut.
“Kita tahu keputusan orang tua juga sangat penting, jadi kita akan buat rapat dengan orang tua menyampaikan keputusan dibukanya belajar tatap muka tersebut,” katanya.
Jika diputuskan belajar tatap muka, kata
Menurut Cornelia jika nanti diputuskan belajar tatap muka maka sekolah akan menerapkan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat. Fasilitas pendukung akan disiapkan seperti, wastafel cuci tangan, masker, dan hand sanitizer.
“Untuk fasilitas cuci tangan, sabun, dan lain-lain itu kami sudah siapkan,” ujarnya.
Proses pembelajaran, kata Cornelia, akan dibatasi empat jam per sesi. Jumlah siswa yang belajar dibatasi dan hanya enam mata pelajaran.
“Kita akan bikin sesi, tiap sesi 4 jam langsung pulang, setelah itu kita jeda 1 jam istirahat, dan sesi berikutnya masuk,” katanya.
Setiap kelas akan diisi setengah siswa, misalnya 18 dari 30 siswa atau 10 dari 20 siswa. Sedangkan yang diajarkan terkait mata pelajaran ujian nasional dan penjurusan.
“Ada Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, ditambah mata pelajaran jurusan, seperti Jurusan IPA ada Biologi, Fisika, dan Kimia, sedang di Jurusan Bahasa ada Sastra Indonesia, Inggris, dan Sastra Jepang,” ujarnya.
Sisanya akan belajar secara online dan bisa mengakses e-modul yang telah disusun para guru.
Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah SMA Kristen Kalam Kudus Jayapura Jerry Langi. Ia mengatakan menunggu keputusan resmi belajar tatap muka dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua.
“Kami tunggu keputusan pemerintah, kalau keputusan pemerintah ya, kami akan laksanakan,” ujarnya.
Jerry mengatakan materi pelajaran akan disesuaikan dengan kurikulum yang diatur dalam kondisi Covid-19 oleh pemerintah. Pelajaran diutamakan materi-materi ensesial.
“Contohnya Matematika itu kan bicara tentang rumus, jadi rumus seperti Pitagoras itu yang akan diajarkan, kemudian tidak ada kegiatan ekstrakurikuler dan, olahraga, serta kantin tak boleh buka,” katanya.
Menurut Jerry akan ada pembagian sesi belajar, pembatasan waktu belajar, dan penyediaan fasilitas penunjang protokol kesehatan.
“Di sekolah akan disediakan wastafel cuci tangan dan hand sanitizer, terus kita akan awasi anak-anak dari CCTV untuk memastikan tak ada anak-anak berkerumun maupun bergerombolan,” ujarnya.
Yosep, orang tua siswa mengatakan sepakat bila dilakukan belajar tatap muka apabila pemerintah dalam hal ini Satgas Covid-19 sudah memberikan izin.
“Kalau pemerintah, Disdik, dan tim Covid-19 sudah izinkan bisa sekolah tatap muka, saya pasti setuju dan saya yakin sekali bahwa pemerintah dorang tidak akan mengambil langkah yang terburuk buat masyarakat,” kata pria yang anaknya bersekolah di SMA Teruna Bakti Jayapura tersebut.
Kata Yosep selama ini penerapan pembelajaran online mengalami kesulitan mengawasi belajar anak serta ada kekhwatiran akan kualitas ilmu yang diperoleh.
“Kita orangtua merasa setengah mati dengan segala kesibukan, anak-anak juga di kamar mereka belajar atau main game kita agak repot kontrol, saya khawatir dia dapat ijazah tapi bekalnya kurang, itu disayangkan,” ujarnya. (Theo Kelen)
Editor: Syofiardi
