
Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe menilai sistem penerbangan di Papua harus diperbaiki, terutama sistem ticketing dan jam terbang, khususnya maskapai yang melayani rute ke wilayah pegunungan.
“Sistem penerbangan harus diperbaiki, penjualan tiket tanpa kontrol. Ini terjadi sudah lama di Papua, ini harus ditertibkan oleh kementrian perhubungan,” kata Lukas Enembe, di Jayapura, Sabtu (22/8/2015).
Untuk penjualan tiket pesawat, menurut Enembe, pengawasannya jangan dilepas begitu saja, akhirnya banyak oknum yang memanfaatkan moment untuk berlaku curang.
“Jangan dilepas, akhirnya saya lihat banyak yang salah gunakan,” ucapnya.
Enembe katakan, di Papua banyak penerbangan, namun rute yang dilewati juga sangat berbahaya. Untuk itu, harus didukung dengan sistem yang jelas dan benar.
“Di Papua jumlah kecelakaan pesawat cukup luar biasa, tapi masih saja orang melakukan itu. Ini yang kami mau agar ditertibkan oleh kementrian perhubungan,” katanya.
Mengenai pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan soal penerbangan Trigana Air yang diminta memperbaiki sistem ticketing menyusul adanya perbedaan nama penumpang di manifest, kata Enembe, pemerintah provinsi Papua sangat mendukung hal itu.
“Saya pikir penerbangan MAF punya buku yang luar biasa, ada daerah yang mereka memang tidak bisa lewat, model itu yang harus dilakukan,” kata Enembe.
Selain masalah tiket, waktu terbang juga harus menjadi pertimbangan buat seluruh maskapai penerbangan yang ada di Papua, terutama pada Minggu tidak boleh ada ke daerah daerah.
“Kami harap Minggu itu tidak ada penerbangan ke daerah, kecuali situasi darurat. Banyak keinginan untuk itu karena kejadian semua di hari minggu, mungkin alam juga tidak setuju,” katanya lagi. (Alexander Loen)




