Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,
Jayapura, Jubi – Seminar hari Pekabaran Injil ke-162 denga tema "dialog dan toleransi mengolah keragaman agama demi Papua Tanah Damai", yang berlangsung di salah satu hotel Jayapura, Jumat (3/2/2017) dihadiri para jemaat dan pimpinan agama, baik Kristen, Islam Budha maupun Hindu,
Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen saat membuka seminar mengapresiasi kegiatan tersebut, karena melibatkan semua unsur agama.
"Mudah-mudahan melalui kegiatan seminar ini dapat menghasilkan satu referensi atau pegangan bagi pemerintah provinsi Papua dalam mengambil kebijakan lebih lanjut," katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta seminar bergandengan tangan dan bahu membahu serta seiring dan sejalan menilai situasi dan kondisi objektif yang terjadi di bangsa ini, serta berupaya menangkal semua masalah yang terjadi di atas tanah ini.
"Saya yakin dan percaya ketika semua ini dilakukan secara bersama-sama, maka semua tantangan dan hambatan akan bisa teratasi," ujarnya.
Ia menekankan, dengan visi dan misi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera, Gubernur dan Wakil Gubernur Papua telah menyelenggarakan pemerintahan di Papua atas dasar kasih menembus perbedaan, yang meski dalam perjalanannya menemui banyak permasalahan klasik.
"Tapi saya yakin kita semua dapat mewujudkan Papua tanah damai. Karena itu, kehadiran kita semua dalam seminar dengan berbagai macam catatan dan informasi yang diperoleh, saya yakin bisa menghasilkan satu pendapat untuk melihat bagaimana situasi maupun kondisi negara dan khususnya Papua," tambahnya.
Secara terpisah, Hans, warga Kota Jayapura menekankan, Papua adalah Tanah damai yang selalu menjunjung tinggi toleransi beragama.
"Kami ingin seluruh pimpinan gereja di Papua bersatu, tidak saling sikut dalam membangun dan menyebarkan injil di Tanah Papua," kata Hans. (*)
