
Jayapura, Jubi – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Papua dalam waktu dekat akan menggelar seleksi untuk menentukan atlet kelas 51 Kg putri guna menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat, September 2016.
Pelatih Tinju Papua Petrus Ramela kepada wartawan di Jayapura, Rabu (25/5/2016) mengatakan tes seleksi untuk mengisi kekosongan petinju putri di kelas 51 kg, apalagi ini merupakan keputusan rapat bersama Ketua Satgas baru baru ini.
“Kami akan memanggil empat petinju untuk mengikuti tahapan seleksi, yang direncanakan di Jayapura pada 30 Mei 2016,” katanya.
Agar berjalan maksimal, Ramela mengimbau kepada atlet yang akan mengikuti tahap seleksi untuk tiba di Jayapura paling lambat 28 Mei 2016, sambil menunggu respon dari Satgas Papua Bangkit.
“Ada beberapa tahapan dalam seleksi nanti, yakni timbangan berat badan, sparring rotasi dengan durasi 2 menit selama 4 ronde dan test Vo2 Max (2,4 KM),” ucapnya.
Untuk itu, dirinya berharap dari empat petinju yang dipanggil yakni Margaretha Tebay (PPLP Papua), Nur Cahya (Keerom) Odilia Wuafa (Merauke) dan Merlin Pulalo (Kab. Jayapura) dapat mengeluarkan semua kemampuan terbaik, sehingga tim pelatih dapat memberikan penilaian.
Sementara itu, anggota Pembinaan Prestasi Kabupaten Jayapura, Muh Yasin mengaku menerima kepusan tim pelatih untuk seleksi atlet baru menggantikan atletnya.
“Dia atlet yang dikeluarkan karena tidak disiplin latihan asal dari Kabupaten Jayapura,” kata Yasin yang juga masuk dalam kepengurusan Pengprov Pertina Papua.
Untuk itu, Yasim berharap atlet yang nantinya lolos seleksi dapat memberikan pretasi terbaik untuk kontingen Papua pada PON XIX Jawa Barat 2016. (*)