Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sentani,Jubi – Stadion Mandala Jayapura akan menjadi tempat bersejarah, 14 oktober 2021 besok pertemuan kedua Tim Sepak Bola Putra antara Papua melawan Aceh. Pertemuan ini mengulang kembali kenangan manis PON ke- XIII 1993 di Jakarta yang waktu itu, Irian Jaya ( papua) melawan Aceh pada partai final perebutan medali emas yang dimenangkan oleh tim Irian Jaya dibawa besutan pelatih bertangan dingin Festus Yom.
Pertandingan semifinal antara Aceh dan Jawa Timur kemarin ( 12/10/2021) di stadion Barnabas Yowe dimenangkan oleh tim putra Aceh dengan skor tipis 2:1, kemanangan tersebut membawa Aceh satu tiket kefinal yang akan berhadapan dengan tim putra Papua yang mengkandaskan ambisi putra Kalimantan Timur di lapangan Mandala Jayapura dengan skor telak 5:1 untuk kemenangan tim PON Papua.
Mantan pemain Persipura Jayapura, Jack Kamasan Komboi mengaku, tim sepak bola putra PON Papua memiliki track record bertanding yang cukub baik selama babak penyisihan hingga mencapai tangga final.
Pertemuan versus Aceh, kata Komboi, semua pemain sudah harus tau bahwa ini pertemuan kedua antara Papua versus Aceh. Sebelumnya pada 1993 pada iven yang sama PON XIII di Jakarta. Dengan demikian mereka ( pemain) sudah tau apa yang harus dilakukan ditengah lapangan berdasarkan instruksi pelatih.
“ Kita semua berharap yang terbaiklah, kenangan manis pada PON XIII terulang lagi di stadion mandala jayapura,” ujar Jack saat ditemui di Sentani. Rabu ( 13/102021).
Hal senada juga disampaikan oleh Ortisan Sallossa, salah satu mantan Pemain Persipura, bahwa sebagai anak Papua dan juga mantan pemain, pastinya memberikan dukungan penuh kepada adik-adik kita yang akan berlaga besok. Ini moment penting dan semua masyarakat Papua tau sejarah 1993 di Jakarta waktu itu hasil terbaik yang diraih oleh senior-senior terdahulu.
“ Bukan berarti bahwa tim lawan tidak mempersiapkan amunisi yang lebih, hal ini musti diwaspadai. Semua dukungan penuh dari kami mantan pemain sepak bola papua, dan seluruh masyarakat hanya yang terbaik bagi adik-adik yang akan bertanding besok,” ungkapnya.
Sementara itu, Ponaryo Astaman, Pemain Sepak Bola Nasional Indonesia mengaku sangat bangga ada dua tim yang mewakili wilayah Barat dan Timur Indonesia bertemu dalam laga final.
Kata Ponaryo, untuk bertemu di laga final bukan hal yang mudah, tetapi adik-adik kita ini sudah menujukan kemampuan mereka diatas lapangan dengan hasil yang terbaik. Papua bahkan Aceh, keduanya pantas bertemu di laga final.
“ Pilihan saya secara pribadi medukung papua, adik-adik papua ini punya motifasi yang tinggi. Bisa dilihat dari setiap pertandingan yang dilakoni, gol-gol yang dihasilkan rata-rata diatas dua hingga tiga gol. Pembukaan lawan jabar lima gold an terakhir menuju final, lima gol juga lawan kaltim. Ini talenta-talenta muda yang luar biasa. Selamat buat papua tetapi juga selamat buat aceh, sukses selalu PON XX Papua,” pungkasnya. (*)
Editor: Syam Terrajana






