
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Kepala Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Riski Firmansyah, mengungkapkan sebagian besar masyarakat di Kampung Tambat, masih hidup dengan meramu atau mencari.
Jumlah penduduk di Kampung Tambat adalah 562 jiwa. Selain orang Marind, juga Muyu- Mandobo serta dari Flores, Nusa Tenggara Timur maupun Sulawesi. Mereka hidup berdampingan dalam kampung.
Secara umum, masyarakat asli Papua masih hidup dengan meramu. Misalnya pada musim kemarau, mereka menyebar ke sekitar sungai Maro mencari ikan gastor dan menjualnya.
“Memang ada potensi yang sangat besar di sini yakni pertanian. Hanya saja belum dikembangkan secara baik. Kami berharap dinas terkait melakukan pendampingan bersama masyarakat setempat agar dapat membuka lahan pertanian untuk areal persawahan,” kata Risky, Kamis (31/10/2019).
Risky menambahkan pihaknya telah memberikan dorongan dan atau motivasi kepada aparatur kampung agar memanfaatkan dana desa dengan baik untuk berbagai kegiatan pembangunan di kampung.
Bupati Merauke, Frederikus Gebze, meminta masyarakat terus bekerja dengan mengolah potensi yang ada untuk menopang ekonomi dalam keluarga.
Pemerintah, katanya, terus mendorong dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bekerja. Juga menjalankan berbagai kegiatan pembangunan di kampung. (*)
Editor: Dewi Wulandari






