Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Pemerintah Rusia mengusir 10 diplomat Amerika serikat usai mendapat sanksi baru yang dijatuhkan dengara paman Sam pada Kamis, (15/2021) lalu. Rusia mengatakan akan membalasnya dengan mengusir 10 diplomat Washington dan cara lainnya.
“Kami akan menanggapi tindakan ini dengan cara balas budi. Kami akan meminta 10 diplomat AS di Rusia untuk meninggalkan negara itu,” kata Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, dikutip dari Aljazeera, Sabtu, (17/4/2021).
Baca juga : Rusia tarik Dubes di AS usai pernyataan Biden tentang Putin
Serangan rasisme terhadap orang Asia-Amerika menuai protes
Lepas dari upaya pembunuhan, pemimpin oposisi Rusia diseret ke penjara
Lavrov mengatakan Kremlin menyarankan agar duta besar AS John Sullivan mengikuti contoh mitranya dari Rusia dan pulang ke negerinya untuk berkonsultasi.
Selain itu, Rusia memasukkan delapan pejabat pemerintah AS ke daftar sanksinya dan menghentikan kegiatan organisasi non-pemerintah AS di sana.
Delapan pejabat tinggi saat ini dan mantan pejabat AS yang disanksi Rusia di antaranya Direktur FBI Christopher Wray, Direktur Intelijen Nasional Avril Haines, Jaksa Agung AS Merrick Garland, dan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas.
Ada pula Direktur Biro Penjara Federal Michael Carvajal, Direktur Dewan Kebijakan Domestik Susan Rice, John Bolton, mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, dan mantan kepala CIA Robert James Woolsey.
“Sekarang adalah waktunya bagi Amerika Serikat untuk menunjukkan akal sehat dan mundur dari jalur konfrontasi. Jika tidak, serangkaian keputusan yang menyakitkan bagi pihak Amerika akan diterapkan,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan. (*)
Editor : Edi Faisol





