Ribuan warga Korut diungsikan akibat banjir besar

Papua
Ilustrasi Banjir - Pixabay.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Seoul, Jubi  – Banjir akibat hujan deras berhari-hari di Korea Utara menyebabkan lebih dari 1.100 rumah rusak, ribuan orang diungsikan. Tak hanya itu, banjir juga merusak ladang dan jalan terendam.

Read More

Bencana banjir juga dikhawatirkan berdampak pasokan makanan karena rusaknya tanaman pertanian, sedangkan Korut belum bisa mengimpor barang-barang dari luar negeri akibat sanksi internasional. Korut juga terputus dari bantuan akibat menutup perbatasan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19

Hujan deras melanda sejumlah daerah di pantai timur, termasuk provinsi Hamgyong Utara dan Hamgyong Selatan, demikian dilaporkan media pemerintah KRT pada Kamis, (5/8/2021) kemarin. Siaran televisi menampilkan rumah-rumah yang terendam hingga atap, serta sejumlah jembatan dan tanggul yang terseret air.

Baca juga : Banjir bandang menimpa sebuah kota di China tewaskan 14 orang 

Banjir dan longsor di China selatan tewaskan 20 orang  

Banjir di Brazil tewaskan 52 orang

Wakil kepala Badan Hidrometeorologi Negara, Ri Yong Nam, mengatakan kepada KRT, sebagian Hamgyong Utara mencatat ketinggian air di atas 500 mm dari Minggu sampai Selasa, sementara sejumlah kawasan di Hamgyong Selatan mencatat curah hujan di atas normal.

“Kami memperkirakan hujan akan turun lebih banyak pada Agustus di sejumlah wilayah termasuk daerah pantai timur, yang bisa menimbulkan dampak lebih luas,” kata Yong Nam.

Pada Juni, pemimpin Korut Kim Jong Un mengatakan negaranya menghadapi situasi pangan yang “genting” dan akan sangat bergantung pada hasil panen tahun ini.

Selama berbulan-bulan, media pemerintah menyiarkan proyek penguatan tanggul, perbaikan parit, jembatan dan infrastruktur lain sebagai upaya mencegah dampak banjir.

Selama pembicaraan telepon pada Kamis, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Chung Eui-yong membahas prospek bantuan kemanusiaan ke Korut, menurut pernyataan resmi kedua pihak. Namun mereka tidak menjelaskannya lebih detil. (*)
Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply