
Jayapura, 16/6 (Jubi) – Sebanyak 30 kader posyandu kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, mengikuti bina balita. Lewat pelatihan tersebut, para kader dilatih untuk mengarahkan para ibu mendidik anaknya setelah mengikuti posyandu.
“Rata-rata ibu yang punya bayi yang sudah berumur satu tahun keatas itu mereka tidak pernah timbang. Karena mereka pikir kan sudah selesai posyandu,” kata ketua PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga), Kelurahan Yabansai, Aisyah Rahangmetan kepada arsip.jubi.id di Kantor Kelurahan Yabansai, Jumat (16/6). Kata dia, melalui pelatihan bina balita kepada ibu-ibu kader posyandu mirip seperti PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).
Pelatihan yang dilakukan untuk kapasitas masyarakat yang berdomisli di masing-masing RT/RW yang ada disekitar kawasan kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura. “Saya mengerti bahwa anak umur satu tahun ke atas itu bisa mendapatkan pendidikan entah itu di Posyandu atau juga di PAUD,” tuturnya. Tetapi, kata dia, pelatihan yang dilakukan, khususnya pendidikan bagi anak di Posyandu. Lantaran, selama ini, rata-rata ibu rumah tangga berpikir sudah cukup anaknya mengikuti posyandu. Padahal, seharusnya setelah posyandu, ada pendidikan lanjutan yang harus dilakukan terhadap anak.
Aisyah menjelaskan, dalam pelatihan tersebut, para kader akan mendapat sejumlah materi terkait pendidikan anak saat bertumbuh. Misalnya, anak diusia satu tahun, apa yang harus dilakukan, anak diusia dua tahun keata apa yang harus dilakukan. “Materi-materi ini yang akan didapat dalam pelatihan,” tuturnya.
Dengan demikian, setelah pelatihan kepada para kader posyandu, saat seorang ibu mengantar anaknya ke posyandu, sebelum mengikuti posyandu, kadernya akan meminta keterangan terkait perkembangan anaknya. Setelah itu, memberikan penjelasan kepada ibu tersebut apa yang harus dilakukan kedepan kepada anaknya setelah posyandu. “Dengan demikian, ketika anak itu masuk ke taman-taman kanak-kanak (TK), dia tidak kaku. Karena, sebelumnya dia sudah mendapatkan pendidikan,” ungkapnya.
Lanjut dia, peran kader demikian. Peran tersebut yang dilakukan. Para ibu yang mengikuti pelatihan tersebut, rata-rata kader posyandu. Mereka datang dari delapan posyandu yang ada di kelurahan Yabansai. Jumlah seluruh kader yang mengkuti pelatihan sebanyak 30 orang. “Harusnya yang ikut pelatihan hari ini sebanyak 40 orang, karena jumlah seluruhnya 40. Tapi, yang hadir hari ini sebanyak 30 kader,” ujarnya.
Sebenarnya, 40 kader yang sudah terdata, namun sebagian diantaranya sudah meninggal dunia. Lainnya lagi, berhalangan sehingga tak bisa hadir. Pelatihan akan berlangsung selama dua hari di Aula Kantor Kelurahan Yabansai yakni Jumat-Sabtu (14-15/6). Dia menambahkan, dana yang digunakan untuk pegelaran kegiatan tersebut dari realisasi dana PNPM Mandiri Perkotaan yang bersumber dari APBN.
Ketua panitia pelaksana pelatihan bina balita, Alista Mulyomo dalam sambutannya mengatakan, pelatihan tersebut terlaksana atas kerja sama dengan Kepala Bidang Perempuan dan KB Kota Jayapura, Kepala Puskesmas Waena, Kepala Kelurahan Yabansai, BKKBN Provinsi Papua, dan Koordinator Kota dan Pendamping PNPM Mandiri Perkotaan.
Alista menambahkan, pelatihan balita kepada para kader posyandu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader yang merupakan ujung tombak kesehatan masyarakat. “Kami berharap, ibu-ibu kader bisa mengikuti pelatihan dengan baik agar bisa di praktekan di Posyandu masing-masing,” harapnya. (Jubi/Musa)




