
Jayapura, Jubi – Masyarakat suku Yerisiam Gua lagi-lagi meminta agar PT Nabire Baru tidak lagi beroperasi di tanah ulayat mereka.
Sekretaris suku besar Yerisiam Gua Dusun, Robertino Henebora mengatakan sagu dan tanaman pangan lokal lainnya sudah digusur perusahaan untuk dijadikan areal kelapa sawit.
Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada DPR Papua untuk mendesak perusahaan tersebut agar menghentikan aktivitasnya di atas lahan milik suku Yerisiam Gua.
“Alasan kami minta hentikan beroperasi karena areal tersebut tidak diizinkan untuk digusur dan sudah ditolak melalui pertemuan akbar suku Yerisiam Gua pada Minggu (7/2/2016) di kampung Sima,” katanya kepada Jubi, Jumat (15/4/2016).
Masyarakat adat suku itu bahkan sudah menyurati DPRD Nabire untuk memanggil PT NB, PT SUM dan PT SAD agar menghentikan aktivitasnya melakukan ekspansi di lahan warga.
Koordinator peduli korban kelapa sawit Nabire, John Gobay mengatakan dari pertemuan tersebut DPRD Nabire melalui sekwan berjanji melakukan pertemuan siang itu juga untuk menghentikan aktivitas PT.NB dan memanggil perusahaan PT.NB,PT.SUM,PT.SAD untuk mempertanggungjawabkan aktivitas penggusuran mereka.
“Pasca penggusuran paksa PT.NB kemarin, dua eksavator tenggelam di dalam dusun keramat Jarae dan Manawari. Dan aktivitas tak dapat dilanjutkan, Masyarakat Yerisiam Gua mempercayai bahwa alat beratnya ditenggelamkan oleh para leluhur disusun tersebut,” ujarnya.
Hingga kini aktivitas perusahaan tak dilanjutkan karena dua alat berat tersebut tenggelam pasca penggusuran dusun pemilik ulayat. (Hengky Yeimo)




