Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,
Jayapura, Jubi – Pemrotes melawan pembangunan saluran pipa minyak kontroversial Dakota Access dilaporkan mendapat serangan gas air mata, dan peluru karet serta granat tangan saat melakukan aksi di lokasi.
Penegak hukum North Dakota-AS, melemparkan gas air mata dan menyemprot air ke ratusan aktivis pada Sabtu malam (20/11/2016) waktu setempat, saat terjadi blokade di jembatan terkait protes melawan saluran pipa minyak Dakota Access.
Pemrotes juga dilaporkan terkena peluru karet dan granat tangan selama blokade di jembatan menuju perkemahan, didirikan komunitas masyarakat asli dan aktivis lingkungan yang melawan saluran pipa kontroversial itu.
Baca juga Perempuan ini beraksi sendiri, tolak jaringan pipa minyak North Dakota
“Mereka disiram dengan water cannons,” kata LaDonna Brave Bull Allard, anggota suku Standing Rock Sioux dan pendiri perkemahan Batu Suci. “Ini cuaca minus lima derajat, peluru karet, semprotan merica, dll, Mereka diserang dan terjebak di sana. Berdoa untuk masyarakat kami,” kata dia.
Sementara kepala polisi Morton County menggambarkan peristiwa itu sebagai “kerusuhan berkepanjangan” dan menuduh pemrotes “sangat agresif”. Juru bicara pihak keamanan mengatakan mereka sudah melakukan tindakan sesuai prosedur karena para pemrotes mengelilingi jembatan sambil menyalakan api.
Satu orang dikabarkan ditahan dari peristiwa itu.(*)




