Papua No.1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Ketua Harian Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional atau PB PON Papua, Yunus Wonda memastikan pelaksanaan iven olahraga empat tahunan ke-20 di Papua itu, tetap dilaksanakan tahun ini.
Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta pemerintah menunda pelaksanaan PON di Papua hingga 2022 mendatang. Akan tetapi menurut Wonda, dalam pertemuan Gubernur Papua, Lukas Enembe dengan Presiden Jokowi di Istana Presiden pada Senin (15/3/2021), Presiden menetapkan pelaksanaan PON sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Tadi rapat terbatas antara Gubernur Papua dengan Presiden dan kementerian terkait. Presiden menetapkan PON tetap dilaksanakan tahun ini,” kata Yunus Wonda melalui panggilan teleponnya, Senin (15/3/2021).
Menurut Wakil Ketua I DPR Papua itu, dengan adanya keputusan presiden itu maka pelaksanaan PON di Papua akan digelar 2 Oktober 2021 hingga 15 Oktober 2021.
“Jadi PON tetap dilaksanakan tahun ini. Namun higga kini belum ada instruksi itu apakah dilaksanakan secara virtual atau apa. Tapi tetap kita siapkan secara normal,” ujarnya.
Permintaan penundaan PON disampaikan Enembe yang juga Ketua Umum PB PON Papua saat bertemu Wakil Presiden, Ma’ruf Amin di Jakarta, akhir Februari 2021 lalu.
Kata Wonda, ada dua alasan utama Gubernur Papua meminta ditunda ketika itu. Pertama karena situasi Covid-19 ini terus meningkat. Kedua, Gubernur melihat ini pesta rakyat dan euforia rakyat, sehingga tidak ingin event itu diselenggarakan tanpa penonton.
Di Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali juga menegaskan PON ke-20 akan tetap dilaksanakan tahun ini di Papua. Katanya, itu sesuai arahan Presiden Jokowi karena semua persiapan telah dilaksanakan.
“Tidak ada penundaan PON karena ini sudah sempat kita tunda pada 2020,” kata Zainudin usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/3/21).
Menurutnya, pemerintah masih mengkaji kepastian tata cara pelaksanaan kompetisi olahraga dalam ajang PON. Terdapat opsi tentang pelaksanaan PON tanpa penonton, penyediaan kapasitas penonton hanya sebagian, atau tetap dilaksanakan secara normal.
“Kita akan lihat penerapannya Olimpiade Tokyo seperti apa. Protokol Kesehatan tentu akan menjadi penting dan harus dilakukan dengan disiplin,” ujarnya. (*)
Editor: Edho Sinaga
