
Sorong, Jubi – Petugas kesehatan RSUD Sorong diduga menelantarkan pasiennya, Rut Elisabeth Mosso (27), warga Kelurahan Klademak 3, Kota Sorong, Papua Barat ketika hendak melahirkan hingga akhirnya meninggal.
Kejadian Senin malam, 28 Maret 2016 itu mengakibatkan keluarga korban mendatangi rumah sakit tersebut untuk melakukan protes.
‘Ada uang ada obat, orang susah dilarang sakit, banyak dokter di Papua hanya mementingkan bisnis, Bapak Direktur, dana otsus untuk siap’. Demikian tulisan pada spanduk yang dibawa pendemo.
Salah satu pendemo, Simon menyayangkan meninggalnya pasien rumah sakit.
“Bukan hanya keluhan kami. Mungkin juga banyak keluarga pasien tidak mampu yang mereka tolak,” kata Simon.
Koordinator demo, Ortiz Sallosa mengatakan pihaknya memerotes atas pelayanan petugas medis. Menurut dia banyak pasien tidak mampu dipersulit ketika mengambil obat.
“Padahal ada kebijakan dari Pemerintah untuk memudahkan warga kurang mampu, di antaranya melalui kartu BPJS Kesehatan, Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan kebijakan Pemerintah Kabupaten dan Kota Sorong yang telah mencairkan Rp 5 miliar melalui dana APBD untuk menyediakan obat,” kata Ortiz.
Ia mengaku pihak rumah sakit meminta pasien harus membayar dulu baru mendapat pelayanan.
Pihak keluarga korban yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan dirinya mengantarkan korban ke rumah sakit pukul 4.00 WIT. Namun tak ada petugas rumah sakit. Hingga pukul 10.21 WIT, korban ditemukan tak bernyawa lagi.
“Malah mereka (petugas) santai sambil bermain HP dan meninggalkan korban kesakitan hingga meninggal,” katanya.
Hingga berita ini ditulis pihak rumah sakit belum dimintai keterangan. Jubi berusaha mengkorfimasi tetapi belum menuai tanggapan. (Niko MB)




