Petarung NTT lolos ke final Tarung Derajat berkat dukungan Warga NTT di Mimika

Papua
Tim dari NTT berdoa di ruang atlet usai bertanding / Humas PPM/ Rachmat Julaini

Papua No.1 News Portal | Jubi

Timika, Jubi – Yoseph Amormeus atlet dari Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya masuk ke final cabang olahraga Tarung Derajat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX usai mengalahkan petarung Mirwansyah dari Aceh di kelas 52,1 – 55 Kg putra, Minggu (10/10/). 

Pada final nanti ia akan berhadapan dengan petarung asal Jambi, Chairul Naim, dan menjadi penentu apakah Yoseph akan bisa meraih emas ataukah hanya sampai pada urutan dua yakni medali perak. 

Read More

Yoseph mengatakan ia sangat puas dengan pertandingan yang memberikannya kemenangan untuk masuk ke babak final. 

“Saya rasa sangat puas tapi masih ada tantangan berikutnya karena harus masuk final lagi, lawan juga agak berat. Jadi pasti harus menyiapkan strategi dan tentunya tidak lupa saya berterimakasih kepada Tuhan dengan apa yang diberikan. Kalau tanpa Tuhan pasti saya tidak bisa sampai disini,” ungkap Yoseph seperti dikutip dari rilis Humas PPM Mimika.

Guru olahraga ini sangat merasa bersyukur karena banyak orang yang mendukungnya, terutama warga NTT yang ada di Mimika, Papua.

Dukungan dan gemuruh sorak sorai para suporter menjadi kekuatan lebih baginya untuk melangkah ke partai final. 

“Terimakasih banyak buat masyarakat NTT yang ada di Timika ini terkhusus peguyuban Flobamora yang setia mendampingi setiap pertandingan saya. Kalau NTT bertanding pasti mereka antusias untuk menyaksikan, semoga sampai final mereka bisa terus mendukung,” ungkapnya. 

Ia juga merasa semakin bersemangat karena dukungan istri dan dua anaknya yang selalu menyaksikan ia bertanding dari rumah di kampung halamannya. 

“Dukungan istri, anak, orang tua para pelatih dan official serta semua masyarakat NTT sangat berarti buat saya. Dukungan mereka buat saya bisa melangkah sejauh ini,” ujarnya. 

Yoseph yang kini berusia 30 tahun, menjelaskan prestasi yang pernah diraih pada Tarung Derajat hanyalah dua perunggu saat ia dua kali mengikuti pra PON. 

“Ikut pertama lolos pra PON tapi sampai di babak penyisihan di PON kalah, PON tahun ini baru bisa sampai masuk final, ini memang pertolongan Tuhan yang luar biasa,” tutur Yoseph. 

Sementara itu pelatih Tarung Derajat NTT, Marianus Jago mengungkapkan rasa bahagianya karena kali ini di PON Papua, atletnya bisa menunjukan peningkatan prestasi yang luar biasa. 

“Kami bersyukur kepada Tuhan kepada leluhur dan semua orang yang mendoakan.

Persiapan ke final seperti biasa, kita tetap ikhlaskan hati kemudian tentunya tidak lupa wajib berdoa kepada Tuhan,” pungkasnya. (*) 

Editor: Edho Sinaga

Related posts

Leave a Reply