
Merauke, Jubi- Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengatakan, berdasarkan hasil pembicaraan bersama Menteri Perhubungan RI, Ignatius Jonan setahun silam saat melakukan kunjungan di Merauke, telah ada pembicaraan dan kesepakatan agar Pesawat Philipina Air Lines bisa melakukan transit di Bandar Udara Mopah untuk melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) dan bukan sebagai daerah tujuan.
Hal itu disampaikan Romanus kepada Jubi Selasa (14/6/2016). “Saya ingin bicara yang benar ketika ada komunikasi langsung bersama Menteri Perhubungan RI. Memang kita ingin beberapa peluang agar penerbangan internasional dapat singgah Bandar Udara Mopah,” ujarnya.
Ternyata, lanjut Romanus, Pesawat Piliphina Air Lines berencana melintas di Merauke setelah terbang dari Manila. Hanya saja, sesungguhnya kalau terbang dari Manila dengan mengisi BBM penuh, otomatis penumpang serta cargo akan dikurangi. Karena penerbangan jauh.
Namun ada strategi lain dapat dilakukan. Dimana, terbang dari Manila dengan hanya mengisi BBM stengah dan mengangkut penumpang maupun cargo sesuai standard, tetapi dengan catatan akan transit di Bandar Udara Mopah untuk melakukan pengisian BBM semata. Tidak menjadi daerah tujuan.
“Ya, itu strategi yang saya bicarakan dengan Pak Menteri Perhubungan RI dan direspon baik. Jadi, bukan pesawat Philipina Airlines mengambil rute dan menjadi salah satu tujuan di Bandar Udara Mopah,” katanya.
Sementara salah seorang pemilik hak ulayat, Hendrikus Hengky Ndiken beberapa waktu lalu mengambil langkah dengan membubarkan kegiatan yang dilakukan Bandar Udara Mopah Kelas I Merauke saat sosialisasi tahap pertama untuk pembangunan terminal.
“Saya membubarkan kegiatan sosialisasi, karena belum ada penyelesaian ganti rugi tanah Bandar Udara Mopah seluas kurang lebih 60 hektar. Jika tak ada penyelesaian oleh pemerintah, maka pihaknya mengancam melakukan pemalangan,” tegasnya. (*)




