Papua No. 1 News Portal | Jubi
Port Vila, Jubi – Sesaat sebelum pukul 11.00 pagi, Sabtu (28/4/2018), pesawat Air Vanuatu ATR-72 terpaksa melakukan pendaratan darurat di Port Vila. Pesawat yang membawa 39 penumpang dan 4 awak kapal itu memulai pendaratan dengan lembut. Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Air Vanuatu Ltd, pesawat itu ‘mengalami runway excursion (tergelincir). Insiden itu terjadi di ujung landasan ketika pesawat itu mendarat.’
Baik pilot dan awak pesawat, maupun penumpang, tidak ada yang mengalami luka-luka. Otoritas Penerbangan Sipil Vanuatu sedang menyelidiki insiden tersebut.
Pesawat itu dijadwalkan untuk sampai di Port Vila dari Tanna dan tampaknya kehilangan salah satu mesinnya di atas Pulau Erromango, sekitar 20 menit dari Bandar Udara Internasional Bauerfield di Port Vila. Beberapa sumber mengatakan kepada Daily Post bahwa ketika mendarat kabin pesawat itu mengeluarkan asap.
Seorang penumpang, Tanika Pratten mengatakan asap sudah memenuhi kabin selama 20 menit sebelum mendarat.
Semua penumpang menerima pemeriksaan kesehatan darurat oleh tim pertolongan pertama. Staf ProMedical melaporkan tidak ada korban yang cedera, namun 13 orang dilaporkan mereka tidak nyaman karena menghirup asap itu dan meminta pemeriksaan kesehatan lanjutan.
Saat mendarat, pesawat itu melenceng ke kiri, ke area di mana beberapa pesawat carter kecil diparkir. Satu pesawat milik Unity Airlines rusak menurut pemiliknya. Hidung pesawat itu hancur, dan beberapa bagian di badan pesawat pun penyok.
Pesawat lainnya, dioperasikan oleh Air Taxi, juga mengalami kerusakan pada bagian ekornya. Pemilik pesawat itu mengatakan kepada Daily Post bahwa dia belum diizinkan mendekati pesawatnya untuk menilai langsung kerusakan.
Air Vanuatu Ltd kemudian menegaskan bahwa bandara itu telah kembali dibuka dan bahwa satu penerbangan, dari Port Vila ke Nadi, terpaksa dibatalkan. Namun semua penerbangan lainnya tetap sesuai jadwal, kata mereka.
Salah satu anggota tim pertolongan pertama memuji profesionalisme tim pemadam kebakaran Air Vanuatu, dan menekankan kesigapan staf lapangannya.
Identitas kedua pilot pesawat tersebut belum dirilis sampai sekarang. (Daily Post)
