
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Unit Manager Communication, Relations, dan CSR MOR VIII Maluku Papua, Edy Mangun, mengaku terjadi penurunan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat pandemi corona.
“Penurunanya per hari 3 persen khusus untuk Pertalite karena orang kurang aktivitas,” ujar Mangun di Gudang Bulog Divre Papua dan Papua Barat, Argapura, Kota Jayapura, Jumat (27/3/2020).
Meski demikian, dikatakan Mangun, kuota Pertalite saat ini tersedia 40.000 KL. Hal ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
“Kuota BBM di Papua untuk solar di angka 30.000 KL, Premium 16.000 KL, Pertamax 40.000 KL, minyak tanah 30.000 KL, begitu juga dengan Bio Solar, dipastikan aman,” ujar Mangun.
Mengacu pata stok aman per hari secara nasional yang berada di angka 24 hari seiring pendemi virus corona, dikatakan Mangun, kondisi di Papua berada di angka 23 hari.
“Jadi, artinya cukup aman. Tanggal 28 akan masuk kapal pengangkut BBM lagi. Kalau terjadi pembongkaran maka angka aman di Papua naik di posisi 26 sampai 28 hari. Sekali lagi kami mengimbau kepada warga tidak perlu panic buying datang berbondong-bondong ke SPBU sampai membawa jerigen,” ujar Mangun.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Papua, Omah Laduani Ladamay, mengatakan penurunan konsumsi Pertalite berdampak pada pertumbuahan ekonomi karena tidak ada penerimaan dari pajak BBM.
“Perhitungan kami mulai libur 1 Maret kami kehilangan Rp17 miliar untuk pajak yaitu pajak penambahan nilai (PPN) dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB),” jelas Ladamay. (*)
Editor: Dewi Wulandari





