Perdana Menteri PNG Salahkan Oposisi Atas Kerusuhan Mahasiswa

Perdana Menteri PNG, Peter O'Neill - dok
Perdana Menteri PNG, Peter O’Neill – dok

Jayapura, Jubi – Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill kembali menyalahkan pihak oposisi dan menuding mereka terlibat dalam protes yang dilakukan di universitas nasional–UPNG. Ia menuding pemimpin oposisi, Don Polye memiliki “tangan berdarah,” atas kasus itu.

Akibat dari protes dan aksi kekerasan selama beberapa pekan terkahir di  tiga universitas utama PNG menyebabkan seorang mahasiswa tewas, pembakaran bangunan aset kampus seperti asrama mahasiswa, dan puluhan mahasiswa yang kritis akibat ditembak polisi.

Mahasiswa di seluruh negara itu melakukan aksi boikot kelas sebagai bentuk protes terhadap penolakan Peter O’Neill atas petisi yang diberikan mahasiswa. Mereka menuntut O’Neill mengundurkan diri dari jabatannya dan menjalani proses hukum atas tuduhan kasus korupsi dan penipuan.

Namun dalam sebuah pernyataan, Peter O’Neill justeru balik menuduh parlemen dari pihak oposisi beserta pimpinannya, Don Polye, terlibat menggunakan isu-isu mahasiswa untuk kepentingan politik.

O’Neill mengatakan pihak oposisi telah mengacaukan dan menyesatkan mahasiswa dengan pikiran yang tidak benar. Ia menyatakan tidak akan terkejut dan yakin bahwa hasil investigasi yang sedang dilakukan sekarang akan membuktikan bahwa ada keterlibatan pihak oposisi dalam beberapa aksi kekerasan yang terjadi di negara itu. Peter O’Neill mengatakan pihak oposisi telah merusak perekonomian dan citra negaranya.

Kepala Sekretaris Pemerintah, Isaac Lupari, mengatakan pihak dewan merekomendasikan pemberlakuan jam malam sesegera mungkin di Universitas PNG di Port Moresby dan UNITECH di Lae untuk mendukung upaya polisi memulihkan keadaan dan ketertiban.

Namun, pihak UNITECH mengklaim bahwa pihak kampus telah memberlakukan jam malam.

Pihak dewan menuturkan agar polisi berkordinasi dan meminta bantuan Angkatan Pertahanan PNG jika diperlukan. (*)

Related posts