
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Pelaksanaan penyuluhan Bahasa Indonesia bagi para jurnalis baik media cetak maupun elektronik selama dua hari dari tanggal 8-9 Agustus 2019, secara resmi ditutup Kepala Seksi Layanan Informasi Dinas Komunikasi dan Informatikan Kabupaten Merauke, Ratna.
“Saya berharap kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dapat menambah wawasan bagi para jurnalis dalam melaksanakan tugas jurnalistik setiap hari dengan menulis berita sesuai kaedah Bahasa Indonesia,” pinta Ratna, dalam sambutannya, Jumat (8/8/2019).
Dia juga mengharapkan ke depan, Balai Bahasa Papua memprogramkan untuk melaksanakan kegiatan seperti ini karena manfaatnya sangat besar bagi para jurnalis.
Kepala Balai Bahasa Papua, Suharyanto, dalam arahannya mengatakan harusnya kegiatan begini berlangsung tiga hari untuk penyajian materi maupun diskusi bersama. Hanya saja, tahun ini adanya pemotongan anggaran, sehingga dikurangi harinya. Namun kegiatan dan jumlah sasaran tetap dijalankan.
“Dengan berat hati kami kurangi jadwalnya dari tiga hari menjadi dua hari. Mudah-mudahan ke depan kegiatan tiga harus dapat dilangsungkan,” ujarnya.
Dikatakan, berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan selama dua hari, diharapkan agar semua jurnalis betul-betul memiliki sikap positif yakni memperkaya Bahasa Indonesia. Sikap itu ditunjukkan lebih lanjut dengan menggunakan Bahasa Indonesia pada tempatnya.
“Apa yang ditulis para jurnalis di media masing-masing, secara tidak langsung akan diikuti pembaca. Olehnya ketika Bahasa Indonesia digunakan baik, tentunya pembaca melihat dan mengikuti,” katanya.
Dijelaskan, pemerintah dalam hal ini Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, setiap tahun selalu memberikan penghargaan kepada media massa di seluruh wilayah NKRI, tak terkecuali di Provinsi Papua dan Papua Barat.
“Ada dua penilaian dari obyek badan bahasa yakni pertama penggunaan Bahasa Indonesia pada bagian tajuk rencana. Sayangnya, dari pengalaman kami mengumpulkan koran, belum menemukan bagian yang namanya tajuk rencana. Tidak tahu kenapa kolom dimaksud tak ada,” katanya.
Berikutnya, menurut dia, bagian berita utama yang diminta.
“Setiap koran telah memenuhi persyaratan dan kami sudah mengumpulkan dan mengkliping selama dua bulan. Lalu tanggal 6 Agustus sudah dikirim. Kedua koran yang dikliping yakni Jubi dan Cepos,” ujarnya.
Dia mengharapkan para jurnalis harus menunjukkan secara bersama sama bahwa di wilayah timur NKRI, jurnalis memiliki kapasitas seperti teman-teman di wilayah barat.
“Kita harus akhiri stigma bahwa kita di bagian timur adalah bagian dari orang tertinggal,” pintanya. (*)
Editor: Dewi Wulandari






