Penjaringan kandidat Rektor Uncen dimulai

Universitas Cenderawasih, Papua
Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Prof Dr HR Partono MPd (tengah) menjelaskan tahapan pemilihan rektor Uncen Periode 2021-2025. – Jubi/Theo Kelen

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Menjelang berakhirnya masa jabatan Dr Ir Apolo Safanpo MT sebagai Rektor Universitas Cenderawasih pada 14 September 2021 mendatang, Panitia Pemilihan Rektor mulai menjaring para kandidat rektor periode berikutnya. Pendaftaran bakal calon rektor Universitas Cenderawasih telah dibuka mulai 19 April hingga 11 Mei 2021.

Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor Universitas Cenderawasih, Dr Hans Z Kaiwai SE menjelaskan tahapan pemilihan rektor itu mengikuti ketentuan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pembehentian Pemipmpin Perguruan Tinggi Negeri. Aturan itu menyatakan tahapan penjaringan bakal calon rektor dilaksanakan paling lambat lima bulan sebelum berakhirnya masa jabatan Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri yang sedang menjabat.

“Maka keseluruhan tahapan itu sudah harus dimulai. Sehingga saat ini kita berada dalam tahapan penjaringan,” ujar Kaiwai kepada wartawan di Kota Jayapura, Papua, Senin (19/4/2021).

Baca juga: 11 tahun berjuang untuk menjadi dokter di FK Uncen

Menurut Kaiwai, pesyaratan bakal calon rektor akan mengikuti ketentuan Pasal 2 Peraturan Senat Universitas Cenderawasih Nomor 1 Tahun 2001. Diantaranya, para bakal calon harus setidaknya memiliki pengalaman manajerial sebagai ketua jurusan paling sedikit 2 tahun, memiliki jabatan akademik paling rendah lektor kepala,  dengan pangkat golongan paling rendah IV A. Para bakal calon rektor juga harus berpendidikan Strata 3 atau bergelar Doktor.

“[Persyaratan lainnya], [bakal] calon tidak [sedang menjalani] tugas belajar dan tidak menjalankan [hukuman] disiplin sedang dan berat. [Bakal calon rektor disyaratkan] tidak pernah dijatuhi hukuman penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, tidak melakukan plagiat, [memiliki] penilaian prestasi kerja pegawai paling rendah bernilai “baik” dalam dua tahun terakhir,  [serta] telah membuat dan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara,” kata Kaiwai.

Menurut Kaiwai, seleksi administasi seluruh berkas para pendaftar akan diperiksa oleh Panitia Pemilihan Rektor pada 24 Mei -31 Mei 2021. “[Hasilnya] kemudian dilaporkan melalui senat [universitas], kemudian senat menetapkan siapa-siapa yang akan menjadi bakal calon rektor,” katanya.

Baca juga: Kompleks Olahraga Mahacandra Uncen diresmikan

Menurut Kaiwai, pendaftaran kandidat rektor dapat dilakukukan secara langsung dengan mendatangi Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor di  Ruang Senat Gedung Rektor Lantai 3 Kampus Waena, Kota Jayapura, Papua. Pendaftaran juga dapat dilakukan dengan mengirimkan berkas persyaratan melalui pos atau via e-mail [email protected].

“Penjaringan ini menurut aturan minimal akan menghasilkan empat bakal calon. Jadi panitia akan membuka pendaftaran dan panitia akan menunggu sampai dengan 11 Mei 2021. Seandainya sampai dengan 11 Mei 2021, jumlah minimal empat orang bakal calon belum diperoleh, panitia akan memperpanjangan waktu pendaftaran [selama] tujuh hari atau seminggu,” katanya.

Setelah penjaringan menghasilkan minimal empat bakal calon rektor, keempat kandidat itu akan masuk dalam tahapan penyaringan. Dalam tahap penyaringan itu, setiap bakal calon rektor akan memaparkan visi-misi dan program kerjanya. “Kita harapkan civitas akademika akan ikut, juga perwakilan dari kementerian yang akan mengajukan pertanyaan kepada bakal calon berkaitan dengan visi dan misi mereka dan program kerja mereka,” ujar Kaiwai.

Baca juga: Pembubaran demo Freeport, sejarah panjang pembatasan kebebasan berpendapat di Uncen

Menurutnya, dalam tahapan penyaringan itu, para anggota senat universitas akan memilih tiga nama calon rektor. Nama ketiga calon itu akan disampaikan kepada kementerian, untuk dilakukan pemeriksaan rekam jejak para calon. Jika para calon itu memiliki rekam jejak yang baik, mereka akan mengikuti tahap pemilihan.

“Pada tahap pemilihan, menurut jadwal kita rencanakan pada tanggal 15 Juni. [Pada] 15 Juni, Menteri dan senat akan membagi suara dalam menentukan siapa yang menjadi calon rektor terpilih. Menteri mendapat hak suara [setara] 35 persen, dan anggota senat mendapat hak suara [setara] 65 persen. Kalau jadwalnya tidak bergeser, pada 15 Juni kita akan mengetahui siapa calon rektor terpilih. [Hasil pemilihan itu] akan disampaikan senat [universitas] kepada menteri, dan menteri akan menetapkan tanggal penetapan dan pelantikannya,” kata Kaiwai.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Prof Dr HR Partono MPd mengatakan tahapan pemilihan rektor telah dikerjakan oleh tim, dan sudah disahkan oleh Senat Universitas Cenderawasih. Partono menekankan rektor merupakan jabatan terbuka, sehingga semua tenaga akademik dari Papua sampai Aceh diberikan kesempatan melamar menjadi Rektor Universitas Cenderawasih.

“Jadi bukan hanya dari Universitas Cenderawasih saja yang boleh mendaftar. Website pendaftaran sudah [diluncurkan] beberapa hari yang lalu. Karena kami [ingin] jangkauan [yang] luas, maka kami memanfaatkan teknologi yang ada. Jadi model pendaftaran bisa berbagai macam, bisa diantar langsung, bisa lewat pos, dan bisa e-mail,” ujarnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts

Leave a Reply