Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Dinas Kesehatan Kota Batam, Kepulauan Riau, menjemput paksa wanita berinisial H dan anaknya yang sempat mengusapkan air liur jenazah pasien positif Covid-19 ke wajah mereka. Warga tersebut sempat hilang selama enpat hari karena menolak dijemput petugas.
“Ibu ini sudah lama kami cari dan akan kita evakuasi. Baru kemarin dapat kesempatan yang tepat,” kata Kepala Dinas Kesehata Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Rabu (26/8/2020).
Baca juga : Penolak pemakaman jenazah Covid-19 ini dihukum 3,5 bulan penjara
Meninggal saat positif Covid-19, ketua DPRD ini punya penyakit bawaan
DKI Jakarta makamkan 3.457 jenazah dengan standar Covid-19
Perempuan berinisial H itu sempat dijemput petugas kesehatan tak lama setelah diketahui mengusapkan air liur jenazah pasien covid-19 ke wajahnya. Namun, saat itu H kabur dan tak diketahui keberadaannya.
Tim kesehatan mencari H untuk dites swab dengan alasan telah menjalin kontak erat dengan jenazah pasien. Baru pada Selasa (25/8/2020) tim kesehatan berhasil menemukan H dan anaknya di suatu klinik swasta.
“Jadi Ibu H dan dua anaknya saat ini posisinya sudah di Rumah Sakit Galang. Sampel usap sudah diambil dan akan diproses,” kata Didi menambahkan.
Tercatat seorang warga Kota Batam berinisial YHG meninggal dunia usai positif terinfeksi Covid-19. Sedangkan 23 orang kerabat dari pasien tersebut menjemput paksa jenazah, termasuk mengusap muka mereka dengan air liur jenazah tersebut.
Tim Dinkes Kota Batam lalu bergerak. Sebanyak 12 orang dijemput untuk dites swab lantaran sudah kontak erat dengan jenazah pasien corona. Sebanyak enam orang dari mereka adalah pelajar lelaki dan perempuan berusia antara 11 hingga 16 tahun, tiga orang pekerja swasta berusia 40 tahun, 21 tahun dan 60 tahun dan dua orang ibu rumah tangga berusia 51 tahun dan 67 tahun, serta seorang wiraswasta berusia 44 tahun.
“Mereka ditempatkan di Rumah Sakit Galang,” kata Didi menjelaskan. (*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol
