
Jayapura, Jubi – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua sampai hari ini belum mengetahui berapa jumlah kekurangan listrik Papua. Padahal Papua akan menjadi tuan rumah perhelatan PON XX.
Kepala Bappeda Papua Muhammad Musa’ad, di Jayapura, Minggu (29/5/2016) mengatakan untuk mengetahui jumlah kebutuhan listrik di Papua, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sehingga yang dihitung tak hanya untuk PON saja tapi sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan.
“Jadi kami masih menunggu teman-teman dari ESDM, jadi kalau ditanya sekarang, saya belum punya data,” katanya.
Menurut ia, Papua sangat kaya akan sumber daya alam, seperti adanya Danau Sentani, Paniai, Mamberamo dan Urumuka. Untuk itu sudah saatnya dimanfaatkan dengan mengajak para investor di bidang kelistrikan.
“Pada prinsipnya, kami harapkan data kebutuhan listrik sudah harus selesai dihitung dalam tahun ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Papua Bangun Manurung mengatakan untuk mengetahui kekurangan listrik, masih menunggu sampai selesai pembagian venue atau sarana dan prasarana olahraga untuk keperluan PON XX.
Bangun menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan stafnya untuk menghitung kekurangan listrik di Papua karena dengan adanya PON XX nanti, beban puncak penggunaan listrik diperkirakan akan meningkat drastis.
“Namun untuk mengetahui kekurangan, kami masih menunggu sampai selesai pembagian sarana dan prasarana olahraga di lima cluster yang ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksana PON di Papua,” katanya.
Dia menambahkan hitungan pasokan listrik bukan saja dari penetapan venue-venue PON, tetapi akan dikalkulasi semuanya termasuk konsumsi masyarakat.
“Untuk itu, kami dari Dinas ESDM Papua sudah siap untuk mengkalkulasi kekurangan daya listrik di Papua dan akan mengkomunikasikan dengan pihak PLN,” ujarnya. (*)