Pengembangan KEK di Jayapura terkendala infrastruktur jalan

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan pihaknya terkendala dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerahnya karena infrastruktur jalan yang masih memprihatinkan.

Bupati menjelaskan KEK tetap menjadi program prioritas dalam lima tahun ke depan karena sudah ada kesepakatan antara Pemerintah Pusat, Provinsi Papua, dan Kabupaten Jayapura.

"Presiden Joko Widodo sudah datang melihat kawasan ini, khususnya pelabuhan kontainer di Depapre. Jadi rencana pengembangan KEK di kabupaten Jayapura tetap dilaksanakan," kata Bupati Mathius Awoitauw, saat ditemui, di Sentani, Kamis (18/1/2018).

Menurutnya, KEK sangat penting bagi pengembangan pembangunan, peningkatan sektor ekonomi, serta terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Selain itu, kawasan wilayah pembangunan tiga dan empat akan terus berkembang dari keterisolasian layaknya wilayah satu dan dua saat ini.

"Kawasan ekonomi khusus ini meliputi wilayah pembangunan satu, dua, tiga, dan empat, yang sudah kita rencanakan untuk membangun semua fasilitas pendukung. Wilayah satu sudah ada bandara, danau Sentani, serta fasilitas pendukung lainnya. Wilayah tiga dengan sektor pertanian yang maju akan kita bangun menjadi pusat industri dan pertanian. Untuk menjangkau daerah pegunungan, kita menggunakan jalur darat dari wilayah pembangunan empat, selain bandara Sentani di wilayah satu," ujarnya.

Tokoh adat Sentani, Boaz Enok, mengatakan proses pembangunan yang dilakukan ini, pemerintah harus memperhatikan kepentingan masyarakat adat. Bila perlu mengajak untuk terlibat dalam proses pembangunan tersebut.

"Sampai saat ini jalan Depapre masih bermasalah. Jalan yang dibongkar pasang juga belum selesai. Itu karena tidak melibatkan masyarakat adat. Sepanjang hal ini tidak dilakukan, mustahil pekerjaan ini semua akan selesai dan berjalan baik," ungkapnya. (*)

Related posts