Pemprov Papua Sementara Kemas Indikator Evaluasi Otsus

Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen - Jubi/Alex
Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua saat ini sedang mengemas indikator yang akan menjadi pedoman dalam mengevaluasi penyelenggaraan Otsus sebesar 80 persen di kabupaten dan kota.

Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen kepada wartawan, di Jayapura, Minggu (5/6/2016) mengatakan agar berjalan maksimal, dirinya sedang membentuk tim yang akan turun langsung ke lapangan untuk melihat sejauh mana penggunaan dana Otsus yang telah diberikan ke kabupaten/kota.

“Saya sudah tugaskan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua Elia Loupatty dan Kepala Bappeda Muhammad Musa’ad untuk mengemas indikator yang akan menjadi pedoman dalam melakukan evaluasi,” katanya.

Dosinaen berharap tim yang dibentuk dalam waktu yang tidak terlalu lama akan segera rampung, sehingga dapat segera turun ke lapangan. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat tim sudah turun ke lapangan melakukan evaluasi,” ujarnya.

Dalam Rapat Kerja Daerah Bupati dan Wali Kota beberapa waktu lalu pemprov sudah menyampaikan soal rencana evaluasi, dan telah menerima laporan dari 29 kepala daerah tentang pelaksanaan Otsus.

Meskipun demikian, pemprov sudah menurunkan tim editor dari Inspektorat Papua bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) guna melakukan evaluasi pendahuluan. “Sementara tim Pemprov yang bakal turun diantaranya, Bappeda, BPKAD, BPKP, DPRP beserta staf teknis terkait,” katanya lagi.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua, Muhammad Musa’ad mengatakan pihaknya sedang merampungkan evaluasi penggunaan dana Otsus 80 persen yang di peruntukan bagi kabupaten/kota.

“Pemerintah provinsi Papua secara reguler telah menurunkan tim pada beberapa kabupaten. Sekarang sedang merampungkan hasil evaluasi,” kata Musa’ad.

Dia menambahkan, jika hasil evaluasi tim di kabupaten/kota selesai dikerjakan, pihaknya akan mempublikasikan hasilnya melalui media cetak dan elektronik. Sebab, saat ini merupakan zaman transparansi. (*)

Related posts