Pemprov Minta Warga Papua Tak Terprovokasi Isu PKI

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Papua Elia Loupatty – Jubi/Alex
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Papua Elia Loupatty – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta warganya untuk tidak terprovokasi isu PKI yang saat ini sedang santer diperbincangkan secara nasional, karena persoalan itu tidak berpengaruh sedikitpun bagi Papua.

“Sebagai Warga Negara Indonesia yang tinggal di Papua, kami pikir harus meniadakan lagi hal-hal tersebut karena sudah cukup penderitaan rakyat di masa lalu,” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Papua Elia Loupatty, di Jayapura, Rabu (18/5/2016).

Menurut Elia, kejadian yang terjadi di 1965 itu, untuk wilayah Papua kurang mengenal PKI, sehingga hal itu tidak menjadi soal.

“Untuk itu, keutuhan wilayah harus dijaga dengan baik dimana para pemangku kepentingan diharapkan mempunyai harmonisasi dan sinkronisasi program serta pembinaannya,” ucapnya.

Dia menambahkan Pancasila dan UUD 45 merupakan suatu hal yang final dan tidak bisa diganggu gugat lagi.

Sebelumnya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo menilai bangkitkannya isu komunisme saat ini sebagai upaya provokasi dan adu domba. Ia menuding, kebangkitan tersebut bertujuan agar rakyat Indonesia pecah dan saling bunuh seperti di masa lalu.

Untuk itu, Gatot meminta warga agar tidak terprovokasi isu komunisme atau PKI yang belakangan kembali merebak. Jenderal TNI bintang empat ini seperti dikutip detik.com mengatakan “Bisa jadi itu adu domba”.

Dia mengatakan, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Jangan sampai rakyat Indonesia terpecah dan saling bunuh seperti jaman G 30 S PKI. “Itu tidak ada gunanya sekarang ini,” tegasnya.

Belakangan isu PKI dan komunisme kembali ramai dibicarakan, seiring dengan adanya wacana untuk mencari kebenaran dan rekonsiliasi terkait peristiwa genosida 1965-1966 saat gerakan penumpasan PKI. (*)

Related posts

Leave a Reply