Pemkot Tangerang Bentuk Kamsiah Center di 12 Lokasi

Tangerang, Jubi/Antara – Pemerintah Kota Tangerang, Banten, membentuk Kampung Bersih Bebas Sampah (Kamsiah) Center di 12 lokasi sebagai bentuk dukungan Pemkot Tangerang kepada masyarakat untuk mengelola sampah.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tangerang, Ivan Yudianto, di Tangerang, Senin (9/11/2015), mengatakan pembentukan Kamsiah Center sudah dilaksanakan saat ini hingga akhir tahun.

Pembangunan Kamsiah Center berupa sarana prasarana pengelolaan sampah dengan inovasi teknologi yang diharapkan dapat memecahkan penanganan sampah sesuai dengan karakteristik yang ada.

Sebanyak 12 lokasi Kamsiah Center tersebut telah dibentuk Komunitas Peduli Sampah yang bertugas mengelola sampah menjadi produk berguna atau bernilai.

Ke depan, Kamsiah Center akan dibentuk di setiap kelurahan dengan sinergi antar stakeholder dalam pengelolaan sampah.

“Targetnya adalah sampah dari masyarakat dapat dikelola melalui Kamsiah Center. Sehingga, tidak banyak yang terbuang ke TPA Rawakucing,” katanya.

Sementara itu, volume sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing sekitar 1.000 ton per hari. Dengan persentase 40 persen sampah plastik.

Dengan adanya sarana dan prasarana ini, lanjut Ivan, akan turut meminimalisasi volume sampah yang masuk ke TPA karena masyarakat dapat terlebih dahulu melakukan pemilahan serta pengolahan sampah.

“Sangat efektif karena dapat menekan hingga setengahnya volume sampah dan mudah-mudahan bisa sampai zero waste,” katanya.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan bagian dari wujud Smart City adalah adanya keterlibatan masyarakat seperti halnya pengelolaan sampah.

Diakuinya, sudah banyak hasil dari pengolahan sampah masyarakat Kota Tangerang yang dicontoh daerah lain.

Seiring bertambahnya jumlah penduduk, sampah akan jadi persoalan yang harus disiapkan solusinya. Berbagai teknologi tepat guna pun diluncurkan mulai yang menghasilkan kompos, solar hingga listrik.

“Pemkot Tangerang mendapatkan alat dari Kementerian ESDM kaitan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) sintetis. Tahun ini akan dioperasikan dan diharap menjadi solusi,” ucapnya. (*)

Related posts