Pemimpin PIF tetapkan batas perairan yang permanen

Pulau Huahine di Polinesia Prancis. - Alamy Stock Photo/ Chad Ehlers

Papua No.1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi – Penetapan zona maritim saat ini dimulai dari garis air rendah di daerah pesisir, tetapi naiknya permukaan air laut berarti pulau-pulau itu akan berubah bentuknya.

Pemimpin-pemimpin Kepulauan Pasifik telah sepakat bahwa perbatasan laut mereka yang berlaku saat ini, akan terus permanen, bahkan jika wilayah negara mereka menyusut karena kenaikan permukaan air laut ke depannya yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Read More

Dalam sebuah deklarasi yang dikeluarkan oleh para pemimpin Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum/ PIF), 18 negara dan wilayah anggotanya menegaskan bahwa begitu Kepulauan Pasifik telah menetapkan zona perairannya dan memberitahukannya kepada Sekretaris Jenderal PBB, batas-batas itu akan tetap diterapkan terlepas dari perubahan bentuk dan ukuran daratan di pulau-pulau.

“Kami ingin mempertahankan zona ini tanpa dikurangi lagi, terlepas dari kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim. Kami selanjutnya menyatakan bahwa kami tidak ingin meninjau dan memperbarui garis dasar dan batas luar zona maritim kami sebagai konsekuensi dari kenaikan permukaan air laut terkait perubahan iklim,” menurut deklarasi itu.

Saat ini zona perairan diukur menggunakan garis ‘baselines’ di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut atau UNCLOS, dan dimulai dari garis air rendah di sepanjang pantai suatu negara. Namun, kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim telah mengubah batas ini dan bentuk dari beberapa pulau.

Pakar kebijakan iklim Dr. Wesley Morgan, seorang peneliti di Pacific Hub, di Griffith Asia Institute, menerangkan bahwa kawasan Pasifik sudah lebih proaktif dalam menjaga batas-batas maritim mereka selama beberapa waktu.

“Negara-negara Kepulauan Pasifik telah memimpin diskusi global tentang hal ini selama beberapa waktu sampai sekarang. Mereka telah menentukan demarkasi batas-batas perairan mereka menggunakan koordinat GPS, bukan jarak dari pantai, karena mereka tahu pantai itu akan terkikis karena krisis iklim, ” jelas Morgan.

Henry Puna, Sekjen PIF, mengatakan para pemimpin PIF telah meningkatkan komitmen mereka dengan deklarasi tersebut, yang disebutnya sebagai “langkah yang kuat dan tegas dalam upaya untuk mengamankan rumah kita Blue Pacific sekarang dan selamanya.”

“Beberapa pihak mungkin menganggap Kepulauan Pasifik itu kecil, tetapi negara-negara Pasifik memiliki kedaulatan di sebagian besar permukaan bumi. Deklarasi ini membantu melindungi kedaulatan Pasifik dan wilayah laut mereka yang sah,” tambah Morgan. (The Guardian)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts