Papua No. 1 News Portal I Jubi
Sentani, Jubi – Pemerintah Kampung Yahim, Kelurahan Dobonsolo, Kabupaten Jayapura mengusulkan pembangunan dermaga permanen dengan konstruksi beton. Permintaan ini menyusul hujan dan banjir hingga sampah-sampah yang memenuhi dermaga ini beberapa waktu lalu.
“Dermaga yang ada saat ini sudah lama dan tidak layak untuk digunakan. Namun hingga kini masyarakat yang berada di dua belas kampung di pesisir danau Sentani masih menggunakan dermaga Yahim,” kata Kepala Kampung Yahim, Yusak Pangkali kepada Jubi di Sentani, Kamis (6/7/2017).
Ia mengatakan, pihaknya pernah mengusulkan pembangunan dermaga tersebut pada musrembangkam (musyawarah rencana pembangunan kampung), tetapi belum ada jawaban.
Karena hujan deras dan banjir terjadi di sekitar kawasan ini beberapa waktu lalu, katanya, sampah menumpuk di dermaga. Sampah-sampah yang bertumpuk pun menjadikan aktivitas masyarakat lumpuh.
Menurut dia, jika dermaganya terbuat dari konstruksi beton, maka aparat kampung dapat menarik retribusi.
“Kalau kondisi seperti saat ini kita mau tarik retribusi dari masyarakat tentu sangat susah. Kita berharap agar apa yang kita usulkan ini dapat dijawab oleh Pemerintah daerah,” katanya,
Senada dikatakan tokoh masyarakat setempat, Willem Felle. Menurut Willem dermaga yang menjadi satu-satunya jalur transportasi antarpulau di danau Sentani harus dibuat permanen demi kepentingan masyarakat.
“Dermaga dan jalan dari kampung Yahim ini bisa dikategorikan jalur produksi masyarakat. Tetapi minim perhatian dari pemerintah. Ini sangat disayangkan,” katanya. (*)
