
Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua meminta masyarakat maupun pelaku usaha untuk tidak takut dngan Sensus Ekonomi (SE) 2016 yang sedang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS).
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Papua Elia Loupatty, di Jayapura, Jumat (20/5/2016) menilai, sensus tahun ini sangat monumental karena beberapa dana pusat masuk, demikian juga dari provinsi, kabupaten dan kota.
“Dengan melakukan pendataan yang jelas dan benar, maka dapat mengetahui kesenjangan yang ada, di mana kesenjangan itu penting karena dapat melakukan program-program yang diperlukan,” katanya.
Menurut Elia, SE secara nasional menjadi penting bagi pengetahuan baik penyelenggara pemerintahan maupun masyarakat. Dimana indikator-indikator yang sedang terjadi dan penbentukan-pembentukannya bisa diketahui.
“Baik dari segi masalah biaya, permodalan dan perekonomian rakyat, hal ini banyak yang harus diketahui. Termasuk bagaimana juga peningkatan dari pertumbuhan pendapatan di masyarakat sehingga hasil dari sensus ini sangat diperlukan oleh banyak pihak,” ucapnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Papua mengakui ada kesalahan yang dilakukan petugas sensus ekonomi (SE) dalam hal menempel stiker sensus. Hal ini menjawab adanya laporan warga yang mengaku belum di sensus tapi pintu rumahnya sudah dipasangi stiker.
“Seharusnya pintu rumah dipasangi stiker SE jika petugas sudah meminta data kepada pemiliknya. Namun, ada kemungkinan, petugas SE tersebut mengenal secara baik pemilik rumah atau lain sebagainya sehingga menganggap sudah melakukan sensus,” kata Kepala BPS Papua, JB Priyono.
Menurut Priyono, namun sebenarnya hal tersebut tidak diperbolehkan, karena bagaimana pun seharusnya petugas SE melakukan tugasnya dengan bertanya kepada pemilik rumah yang didatangi. (*)